Kapolda Riau: Tak Ada yang Tertembak

Diduga Gara-Gara Sipir Main Kasar ke Napi Wanita

Sabtu, 11 Mei 2019 - 08:43 WIB   [1181 Klik]
Reporter : Yanti Sugrianti, Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

Diduga Gara-Gara Sipir Main Kasar ke Napi Wanita

Kondisi Rutan Sabtu pagi.

KORANMX.COM, PEKANBARU -- Kerusuhan antara petugas rumah tahanan (rutan) dan napi berujung pembakaran Rutan Kelas II B Siak, terjadi Sabtu (11/5/2019) dinihari.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto SIK mengatakan, dari laporan di lapangan, kerusuhan berawal ketika  sekitar pukul 21.00 WIB ada yang dipergoki penggunaan sabu di blok wanita oleh pegawai rutan.

Temuan itu, kemudian langsung dilaporkan ke Gatot pejabat Karutan. Selanjutnya, Karutan menghubungi Kasat Narkoba Polres Siak.

Tiba di rutan, Kasat Narkoba bersama anggota melakukan pengembangan. Hasilnya, empat orang berhasil diamankan.

''Awalnya petugas mengamankan empat orang, namun setelah diperiksa. Hanya tiga yang terbukti,'' kata Sunarto.

Identitas inisial tiga tahanan itu, kata Sunarto IM, ZP dan DI. ''Karena terbukti, 3 tahanan tersebut diamankan dan diantar ke ruang trap sel,'' terang Sunarto.

BERITA TERKAIT:

Rutan Siak Terbakar, Napi Ngamuk, Seorang Perwira Polisi Tertembak

Rutan Siak Terbakar, Ratusan Napi Diperkirakan Kabur

Rutan Siak Rusuh dan Terbakar
 
Saat berjalan ke trap sel, di duga salah satu tahanan mendapat pukulan dari pegawai rutan. Sehingga membuat para tahanan lain tidak terima atas perlakuan petugas rutan tersebut dan para tahanan mengamuk.

''Sekira pukul.11.00 WIB para tahanan melakukan kerusuhan dengan menjebol pintu blok sel tahanan. Sehingga petugas rutan kewalahan dan menghubungi pihak Polsek Siak,'' terang Sunarto.

Saat suasana hendak ditenangkan petugas, sekitar pukul 01.30 WIB  emosi beberapa  tahanan semakin besar, lalu melakukan pembakaran di bagian depan bangunan rutan.


Gara-Gara Napi Ditampar

Dari salah seorang napi yang berhasil menyelamatkan diri didapat cerita. Sang napi -- sebut saja Badu - membenarkan kerusuhan yang menyebabkan seluruh bangunan rutan ludes terbakar,  dipicu ulah oknum sipir yang memperlakukan napi dengan tidak manusiawi.

Badu sendiri berhasil menyelamatkan diri dengan cara melompati pilar bangunan.

"Ada kawan (napi) perempuan diperiksa polisi kasus sabu. Katanya dia ada main sabu di dalam (rutan). Setelah selesai diperiksa, kawan itu diserahkan lagi ke sipir. Terus pas mau dimasukkan lagi ke sel, si sipirnya main kekerasan. Ditampar, bahkan ditelanjangi. Pokoknya diperlakukan macam bukan manusia aja. Jadi napi yang lain yang melihat jadi kesal sama si sipir itu. Itulah, ribut jadinya dan terjadilah pembakaran," ceritanya kepada Koranmx.com.

Sayangnya, dengan alasan keamanan dirinya, tidak mau menyebut nama sang rekan yang menjadi eksekutor pembakaran tersebut.

Kapolres Siak, AKBP Ahmad David tidak menampik hal tersebut. "Ya, awalnya kita dapat laporan dari pihak rutan tentang adanya penyalahgunaan narkotika jenis sabu oleh salah seorang warga binaan perempuan. Maka Kasat Resnarkoba bersama anggota langsung mendatangi rutan untuk proses pemeriksaan kepada yang bersangkutan. Selesai pemeriksaan, warga binaan tersebut dikembalikan kepada pihak rutan, dalam hal ini sipir.
Entah bagaimana, dalam proses tersebut terjadi pemukulan oleh petugas sipir kepada sang napi wanita. Hal ini memicu kemarahan warga binaan lain yang melihatnya," ungkapnya.

Namun demikian, imbuh David, pihaknya masih harus membuktikan dengan proses penyelidikan nantinya. "Tentu ada prosesnya. Benar tidaknya nanti apabila sudah dilakukan pemeriksaan. Saat ini kita semua masih fokus pada pemindahan para warga binaan dari eks rutan Siak.

Baru 110 Napi Dievakuasi

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menyebut, proses evakuasi tahanan terus dilakukan hingga pukul 04.00 WIB.

Lanjut Sunarto, dari keterangan pihak Lapas, jumlah napi dan tahanan sebanyak 648 orang. Sampai saat ini, pihaknya berhasil mengamankan dan mengevakuasi sebanyak 110 orang napi.

''Petugas di lapangan juga sudah dapat mengamankan dua pucuk senjata jenis Glog dari total tiga pucuk. Selain itu, turut diamankan 5 senjata jenis Shootgun dari total enam senjata,'' terang Sunarto.

''Seluruh senjata itu peluru karet,'' tambah Sunarto.

Terpisah, Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo yang turun langsung di lapangan mengatakan, saat ini situasi sudah mulai aman dan petugas sedang melakukan evakuasi tahanan.

Ditanya, informasi adanya petugas yang tewas dan tertembak. Kapolda menampik dan membantahnya.

''Tidak ada petugas yang tewas dan tertembak,'' kata Kapolda. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook