Mau Dapat Proyek MY, Pemilik PT MKS Beri Pinjaman Rp1,3 M

Minggu, 12 Mei 2019 - 15:36 WIB   [1252 Klik]

Mau Dapat Proyek MY,  Pemilik PT MKS  Beri Pinjaman Rp1,3 M

Ismail, pemilik PT MKS (pegang mix) bersaksi dalam sidang lanjutan dugaan korupsi peningkatan jalan di Bengkalis.

PEKANBARU—Pemilik PT Merangin Karya Sejati (MKS) Ismail Ibrahim mengaku menyerahkan uang kepada Makmur alias Aan untuk bisa mendapati salah satu proyek multiyears di Kabupaten Bengkalis, beberapa tahun lalu.

Pengakuan itu disampaikannya dalam sidang lanjutan dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, beberapa hari lalu.

Ismail dalam persidangan itu dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bersaksi terhadap terdakwa Hobby Siregar, Direktur PT Mawatindo Road Construction (MRC).

Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Saut Maruli Tua Pasaribu SH MH, Ismail mengatakan, dirinya mendapat informasi dari teman-teman kontraktor, bahwa ada proyek multiyears di Kabupaten Bengkalis.

“Saya pengin mendapatkan proyek di Bengkalis, tapikan tidak pasti masuk karena kemampuan perusahaan saya hanya di bawah Rp100 miliar. Lalu saat itu betemu dengan Aan dan dibawa ke Jakarta untuk bertemu dengan terdakwa Hobby,” ucapnya.

Dikarenakan ingin mendapatkan salah satu proyek multiyears di Kabupaten Bengkalis, Ismail rela mengeluarkan uang sebanyak Rp1,3 miliar.

“Saat itu Aan meminjam uang kepada saya. Karena saya pengin, akhirnya saya pinjamkan,” tuturnya.

Diterangkannya, dirinya telah cukup lama mengenal Aan. Yang mana, orangtua Aan dengan orangtuanya sudah berteman lama.

“Sudah lama kenal sama Aan. Dulu itu sering kerja sama, tapi kecil-kecilan,” terangnya.

Meskipun sudah mengeluarkan uang sebanyak itu, Ismail pun tidak pernah mendapatkan proyek multiyears tersebut. Dirinya pun sempat mencari Aan, namun tidak pernah ketemu.

“Saya pernah datang ke kantor Hobby (terdakwa) untuk menanyakan apakah saya bisa ikut bergabung dalam proyek multiyears itu dan bagaimana kompensasi untuk saya. Saat itu Hobby tidak gubris,” jelasnya.

Dalam persidangan itu, Ismail menjadi saksi bersama empat orang lainnya. Adapun saksi lainnya yakni Jamal Abdillah, Ribut Susanto dan Jefri Ronal Situmorang.

Untuk diketahui, dalam perkara ini ada seorang terdakwa lainnya. Dia adalah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai M Nasir. M Nasir saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis.

M Nasir dan Hobby Siregar diduga secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter.

Yang mana, dalam dakwaan JPU KPK, terdakwa M Nasir telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp2 miliar.

Sedangkan terdakwa Hobby Siregar disebut telah memperkaya diri atau perusahaannya sebesar sebesar Rp40.876.991.970,63.

Akibat perbuatan kedua tersangka, ditaksir kerugian keuangan negara hingga Rp80 miliar dari anggaran yang disebut menelan sekitar Rp495 miliar. Keduanya disangka melanggar Pasal 2 ayat (1)

Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook