Cipta Permata Residence Digugat Konsumen

Minggu, 12 Mei 2019 - 16:08 WIB   [51 Klik]

Cipta Permata Residence Digugat Konsumen

Salah satu rumah yang berada di perumahan Cipta Permata Residence, di Jalan Bakti, Pekanbaru.

KORANMXCOM, PEKANBARU-- Seorang pengacara Missiniaki Tommi SH, mengajukan wanprestasi ke Pengadilan Negeri Pekanbaru, Jumat (10/5). Gugatan itu, terkait jual beli satu unit rumah di Cipta Permata Residence, yang berada di Jalan Bakti, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai.

Dalam gugatannya, Tommi selaku konsumen merasa dirugikan oleh pihak perumahan Cipta Permata Residence. Hal itu, dikarenakan adanya pembatalan sepihak dalam jual beli rumah di perumahan tersebut.

“Jadi yang saya gugat ini namanya Khairul Istiqmal. Dia ini pelaku usaha perumahan tersebut. Saya tawar-menawar rumah di situ itu dengan dia ini, yang mana disepakati harganya sebesar Rp1,3 miliar,” ucap Tommi saat melayangkan gugatan ke Pengadilan, Jumat (10/5/2019) pagi.

Kemudian kata Tommi, setelah harga rumah disepakati secara lisan, Tommi lalu mentransfer uang sebanyak Rp25 juta ke Khairul sebagai tanda jadi pembelian.

“Uang itu tanda jadi, pengikat awal istilahnya. Setelah saya transfer uang itu, lalu tergugat berjanji akan menyelesaikan bangunan rumah 100 persen dalam waktu 2 bulan,” lanjutnya.

“Sejak itu tergugat ini sering kirim-kirim foto perkembangan pembangunan rumah yang saya beli itu,” sambungnya.

Pada bulan Maret 2019, dirinya kembali mentransfer uang sebanyak Rp275 juta kepada Khairul. Dengan kembalinya ditransfer uang itu, total sudah Rp300 juta Tommi mengeluarkan uangnya untuk membeli rumah tersebut. Artinya, sisa dari harga kesepakatan tinggal Rp1 miliar lagi yang harus dibayarnya.

“Transferan yang kedua itu untuk memperkuat pembelian rumah tersebut. Kemudian saya dan tergugat sepakat, pada pertengahan bulan April melakukan Akad Jual Beli (AJB),” terangnya.

Persoalan muncul ketika pada tanggal 15 April, Tommi melihat rumah tersebut belum selesai 100 persen. Atas hal itu, AJB belum bisa dilakukan antara Tommi dengan Khairul.

“Saat itu saya bilang kepada Khairul, kalau membutuhkan dana saya siap transfer Rp900 juta, dan saya langsung mengajaknya ke Notaris,” tuturnya.

Saat Tommi mengatakan seperti itu kepadanya, Khairul langsung sinis. Khairul saat itu mengatakan kepada Tommi bahwa uang sebanyak Rp900 juta itu baginya adalah receh. Tidak hanya itu, kata Tommi, Khairul juga bersikap sombong kepada dirinya. Saat itu ia juga mengatakan memiliki lahan ratusan hektar, pabrik dan lain-lainnya.

“Setelah dia bersikap sombong itu, saya kembali dihubunginya, dan mengatakan mau menyelesaikan pembangunan rumah itu. Setelah selesai baru dilakukan AJB. Saat itu saya jawab, oke,” ungkapnya.

Keesokan harinya, Tommi kembali dihubungi oleh Khairul. Dalam pembicaraan melalui telepon seluler itu, Khairul mengembalikan uang yang telah ditransfer Tommi. Dengan arti kata, jual beli rumah tersebut dibatalkan sepihak oleh Khairul.

“Tidak tahu saya ya, kenapa dia memutuskan seperti itu, yang jelas pemikirannya dangkal. Saya sudah pesan barang-barang untuk isi rumah itu. Sudah saya bayar. Kalau seperti ini mau dikemanain barang-barang itu. Seenaknya saja jual beli itu dibatalkan sepihak,” terangnya lagi.

“Saya pernah menghubunginya lagi untuk mengajak bertemu, tetapi diabaikannya,” sambungnya.

Tidak terima dengan perbuatan Khairul tersebut, Tommi sempat melayangkan somasi. Somasi itu terkait kerugian yang dialaminya. Akan tetapi tidak diindahkannya.

“Maka dari itu, saya lakukan gugatan ini. Kerugian akibat perikatan awal yang saya alami ini sebanyak Rp243 jutaan. Baik itu yang sudah melekat pada rumah itu, maupun perabot yang sudah saya beli,” kesalnya.

Dengan telah diajukannya gugatan itu, ditambahkannya, Tommi berharap kepada majelis hakim yang nantinya mengadili perkara tersebut, dapat menetapkan dan memerintahkan pihak-pihak terkait untuk membekukan seluruh izin perumahan Cipta Permata Residence.

“Kenapa kita minta dibekukan seluruh izinnya, karena tergugat ini tidak profesional, dan kemungkinan adanya konsumen lain yang dirugikan oleh tergugat ini,” jelasnya.

“Selain itu tentu kerugian yang saya alami, diganti oleh tergugat,” pungkasnya mengakhiri pembicaraan.

Terpisah, pihak perumahan Cipta Permata Residence, Khairul Istiqmal (tergugat) saat dikonfirmasi Pekanbaru MX Ahad, (12/5) melalui telepon selulernya sebanyak dua kali tidak mengangkatnya.

Kemudian tergugat sempat menelpon balik, namun saat Pekanbaru MX mencoba memperkenalkan diri, Khairul Istiqmal langsung mematikan telepon selulernya.

“Dari mana?” ucap Khairul Istiqmal diujung telepon dan langsung mematikan handphone nya tanpa sempat berkomunikasi. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook