Diduga karena Sipir Telanjangi Napi Wanita

Minggu, 12 Mei 2019 - 16:38 WIB   [1762 Klik]

Diduga karena Sipir Telanjangi Napi Wanita


SIAK-Kerusuhan antara petugas Rutan Klas II B Siak dan napi berujung pembakaran pada Sabtu (11/5) dini hari berawal pada Jumat (10/5) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kala itu, petugas memergoki dugaan penggunaan sabu di blok wanita.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke Gatot, pejabat Karutan. Lalu dilanjutkan Kasat Reserse Narkoba Polres Siak.

Tiba di rutan, Kasat Reserse Narkoba bersama anggota melakukan pengembangan. Hasilnya, empat orang berhasil diamankan.

‘’Awalnya petugas mengamankan empat orang. Namun setelah diperiksa, hanya tiga yang terbukti,’’ kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto.

Identitas tiga tahanan itu, kata Sunarto, berinisial IM, ZP dan DI. ‘’Karena terbukti, tiga tahanan tersebut diamankan dan diantar ke ruang trap sel,’’ terang Sunarto.

Saat perjalan ke trap sel, diduga salah satu tahanan mendapat pukulan dari pegawai rutan. Sehingga membuat para tahanan lain tidak terima atas perlakuan petugas dan para tahanan melakukan pemberontakan.

‘’Sekitar pukul 23.00 WIB, para tahanan melakukan kerusuhan dengan menjebol pintu blok sel tahanan. Sehingga petugas rutan kewalahan dan menghubungi pihak Polsek Siak,’’ terang Sunarto.

Situasi semakin memanas. Sekitar pukul 01.30 WIB, beberapa para tahanan melakukan pembakaran di bagian depan bangunan Rutan.

Senada juga disampaikan salah seorang napi yang berhasil menyelamatkan diri dengan cara melompati pilar bangunan. Dengan alasan keamanan dirinya, ia tidak mau menyebut namanya dan sang rekan yang menjadi eksekutor pembakaran tersebut.

“Ada kawan (napi) perempuan diperiksa polisi kasus sabu. Katanya dia ada main sabu di dalam (rutan). Selesai diperiksa, kawan itu diserahkan lagi ke sipir. Terus pas mau dimasukkan lagi ke sel, si sipirnya main kekerasan. Ditampar, bahkan ditelanjangi. Pokoknya diperlakukan macam bukan manusia aja. Jadi napi yang lain yang melihat jadi kesal sama si sipir itu,” ujarnya.

Hingga masuk waktu sahur, sekitar pukul 03.30 WIB, kobaran api belum berhasil dipadamkan. Pihak kepolisian yang menjaga ketat lokasi kejadian, sulit melakukan evakuasi. Pasalnya, beberapa napi merebut senjata api laras panjang dari tangan sipir.

Kabar yang beredar, salah seorang personel Polres Siak berpangkat perwira pertama terkena tembakan di bagian tangan kanannya. Kala itu, ia berupaya merangsek ke dalam ruangan rutan untuk menenangkan para napi.

Tak hanya itu, setiap petugas mendekat, hujan batu berterbangan dari dalam rutan. Akhirnya, petugas hanya bisa berjaga dari luar rutan.

Petugas yang berjibaku berhasil memadamkan api. Saat itu juga dilakukan evakuasi terhadap para napi.

Kapolda Riau, Irjen Pol Drs Widodo Eko Prihastopo yang turun langsung di lapangan mengatakan, situasi sudah mulai aman dan petugas sedang melakukan evakuasi tahanan.

Ditanya mengenai informasi adanya petugas yang tewas dan tertembak, Kapolda menampiknya membantahnya. ‘’Tidak ada petugas yang tewas dan tertembak,’’ kata Kapolda.

12 Napi Masih Berkeliaran
Pasca kerusuhan dan kebakaran hebat, narapidana (Napi) yang kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Siak masih berkeliaran. Hingga Ahad (12/5) siang, jumlahnya tercatat ada 12 orang.

‘’Saya dapat informasi tadi pagi. Saat ini tinggal 12 napi yang masih kabur,’’ kata Muhammad Diah, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Riau, Ahad (12/5) siang.

Proses pencarian sisa napi yang kabur, sebut M Diah, dilakukan tim gabungan Polda Riau, Polres Siak dan petugas Kemenkunham Riau. ‘’Kita dan teman-teman dari Polda masih berusaha melakukan pencarian,’’ ungkap M Diah, melalui telepon selulernya.  

Selain pencarian, petugas di lapangan juga sedang melakukan evakuasi terhadap para tahanan. Di mana dari total 648 orang napi, tahanan yang sudah dievakuasi ke Lapas terdekat sebanyak 615 orang.

Rinciannya 81 orang dititipkan di Rutan Bangkinang, 12 orang di Rutan Anak Pekanbaru dan 45 orang ke Rutan Bengkalis.

Kemudian 26 napi dipindahkan ke Lapas Kelas II A, Pekanbaru. Di Rutan Dumai sebanyak 5 orang dan Rutan Gobah 191 orang.

Pemindahan napi yang terbanyak di Rutan Sialang Bungkuk. Totalnya 265 orang napi.

Untuk data tahanan yang kabur belum dapat diketahui. Alasannya file tahanan sudah terbakar. ‘’Kita sedang lakukan pendataan,’’ terang Diah.

Sebelumnya, kata Diah, ada sebanyak 33 orang napi yang belum dievakuasi. Namun, Ahad (12/5) pagi, seluruhnya sudah dipindahkan.

Ternyata ada dua orang yang sedang dirawat di RSUD Siak. Bahkan, ada juga satu napi yang dipindahkan ke tahanan Polsek Siak.

Total tahanan di Rutan Klas II B Siak, sebut Diah, laki-laki dewasa sebanyak 610 dan 12 orang tahanan anak-anak. Sisanya 26 orang perempuan.

‘’Tahanan berstatus titipan sebanyak 159 orang. Dengan rincian titipan Polres 4 orang, titipan Jaksa 27 orang. Lalu titipan Pengadilan Negeri 116 orang dan titipan pengadilan tinggi 12 orang,’’ jelas Diah.

Serahkan Diri, Jamin Remisi Lebaran
Untuk sisa 12 orang napi yang masih kabur, M Diah mengimbau agar menyerahkan diri secara sukarela. Ia berjanji akan memberikan remisi lebaran

‘’Kalau menyerahkan diri, tanpa dipaksa, pasti saya kasih remisi dan tidak akan ada penghapusan,’’ janji M Diah.

Terkait permasalahan kerusuhan hingga terjadi kebakaran, Diah mengakui pihaknya sedang fokus melakukan pembenahan dan evakuasi napi. Begitu juga dengan pembangunan Rutan, Dirjen Kemenkunham akan melakukan pembangunan lagi.

Setelah menyelesaikan segala administrasi dan proses evakuasi, Diah memastikan akan tetap melakukan proses terhadap pemicu kerusuhan. ‘’Saat ini kita sedang berusaha pembenahan di semua bidang. Makanya, jika terbukti bersalah, petugas yang melanggar SOP tugas akan kita proses,’’ imbuhnya.

‘’Senin ini, Menteri Kumham akan datang ke Rutan Siak,’’ tambah Diah.

Terpisah, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto SIK mengungkapkan untuk proses evakuasi tahanan dikawal oleh pasukan Brimobda Polda Riau sebanyak dua pleton. ‘’Totalnya 56 personil. Kita bagi pengawalanan ke rutan tujuannya,’’ terang Sunarto.

Selain itu, sebut Sunarto, seluruh personel Polda Riau dan jajaran disiapkan di perbatasan untuk melakukan razia napi yang kabur. ‘’Anggota sedang melakukan pencarian di lapangan,’’ ungkap Sunarto.
=MX9/MG2

 

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook