Mantan Kadis PU Bengkalis Terima Rp2 Miliar Bentuk Dolar AS

Senin, 13 Mei 2019 - 16:15 WIB   [720 Klik]

Mantan Kadis PU Bengkalis Terima Rp2 Miliar Bentuk Dolar AS

Ribut Susanto, salah satu saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan dugaan korupsi peningkatan jalan di Bengkalis.

PEKANBARU—Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis M Nasir menerima uang Rp2 miliar dalam bentuk mata uang dolar Amerika Serikat. Uang itu diserahkan oleh Ribut Susanto, orang kepercayaan Bupati Bengkalis kala itu Herliyan Saleh.

Hal ini terungkap di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, beberapa hari lalu, dalam sidang lanjutan dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis.

Dalam persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Feby Dwiandospendy SH menghadirkan empat orang saksi. Salah satu adalah Ribut Susanto, yang merupakan ‘tangan kanan’ mantan Bupat Bengkalis Herliyan Saleh.

Ribut dihadirkan JPU KPK untuk bersaksi terhadap terdakwa Hobby Siregar, Direktur PT Mawatindo Road Construction (MRC).

“Untuk M Nasir, saya kasi Rp2 miliar dalam bentuk dolar Amerika. Saya yang kasi langsung ke dia,” ucapnya di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Saut Maruli Tua Pasaribu SH MH.

Diterangkannya, tidak hanya untuk M Nasir saja, Ribut yang merupakan terpidana dalam perkara korupsi PT BLJ itu, juga menyerahkan uang miliaran rupiah kepada Jamal Abdillah, yang kala itu menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis.

“Ke Jamal ada Rp2 miliar dalam bentuk rupiah. Itu 2 kali penyerahan. Pertama saya langsung yang kasi, lalu yang kedua dia utus orang untuk ambil uang dari saya,” terangnya.

Dilanjutkannya, terhadap uang sebanyak itu, Ribut mengaku mendapatkannya dari dua perusahaan yang saat itu ingin mendapatkan salah satu proyek multi years di Kabupaten Bengkalis.

Kedua perusahaan itu adalah Multi Struktur dan Wasko. “Uang tersebut berasal dari dua perusahaan, yakni Multi Struktur dan Wasko,” lanjutnya.

Untuk diketahui, dalam perkara ini ada seorang terdakwa lainnya. Dia adalah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai M Nasir. M Nasir sendiri, saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis.

M Nasir dan Hobby Siregar diduga secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook