Pemicu Rusuh Dipindah ke Nusakambangan

Senin, 13 Mei 2019 - 16:45 WIB   [112 Klik]

Pemicu Rusuh Dipindah ke Nusakambangan

Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly didampingi saat berkunjung ke Rutan Kelas II B Siak pasca kerusuhan dan kebakaran.

MENTERI Hukum dan HAM Yasonna Laoly berkunjung ke Provinsi Riau, Senin (13/5) pagi. Ini terkait kerusuhan hingga berujung kebakaran di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Siak, beberapa hari lalu.

Di sela-sela kedatangannya di Bandara VVIP Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru, Menteri Yassona Laoly memberikan arahan. Ia meminta agar YR (37), napi wanita yang diduga pemicu kerusuhan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.

Perintah ini disampaikan Yasonna Laoly kepada Kakanwil Kemenkumham Riau Muhammad Diah. Bahkan, napi yang terlibat jaringan besar narkoba ikut dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.

‘’Termasuk itu napi perempuan yang dihukum 17 tahun, didaftarkan masuk ke Nusakambangan,’’ kata Yasonna kepada Muhammad Diah.

Pemindahan ini, kata Yasonna, sudah dikoordinasikan kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (KBN). Setiap bandar besar ditahan di Lapas Nusakambangan.

Saat ini, kata Yasonna, proses pembangunan Lapas sedang dilakukan agar dapat menampung kapasitas 1.000 napi. Di mana, bangunan akan dilengkapi sistem canggih dan full elektronik.

‘’Pembangunannya akan selesai tahun ini. Saat ini sedang proses penyelesaian beberapa bagian,’’ ungkap Yasonna.

Setelah dipastikan selesai, pihaknya akan mengarahkan agar setiap napi besar akan konsentrasikan di Lapas Nusakambangan itu.

Terpisah, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Pekanbaru, Meliani mengatakan, YR saat ini sudah berada di LPP Pekanbaru setelah sempat kabur dari Rutan Klas IIB Siak. Namun ia menyerahkan diri ke Polsek di Siak.

‘’Yang bersangkutan masih di LPP, kita belum perintah untuk dipindahkan. Tapi kalau itu memang ada wacana dipindah, kita menunggu perintah Pak Menteri, karena ada proses yang harus disiapkan sebelum dipindahkan,’’ katanya.

Atas perbuatannya, napi YR diberikan  hukuman diisolasi tersendiri di ruang tertutup dengan keamanan dua pintu sel.  ‘’YR ini memang kasus narkoba. Jadi dia estapet kasus narkoba tiga kali. Apakah dia masuk jaringan bandar besar, saya kurang tahu, karena saya baru di LPP Pekanbaru,’’ tukasnya.

10 Napi Buron
Aparat keamanan masih melakukan pencarian terhadap napi yang kabur dari Rutan Klas II B Siak. Hingga Senin (13/5) siang, tinggal 10 orang yang belum tertangkap atau menyerahkan diri.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, jajarannya di beberpa Polres terus melakukan sweeping dan penyisiran untuk mempersempit gerak bapi yang kabur. Razia digelar di titik-titik yang menjadi jalur lintas penghubung antar wilayah.

”Sweeping dan penyisiran masih terus dilakukan serta razia di jalur-jalur perbatasan tujuan Pekanbaru, Batam, Dumai dan Bengkalis,” ujarnya.

Kepolisian juga membuka peluang untuk menerima dan menindak lanjuti laporan masyarakat terkait adanya orang yang mencurigakan di lingkungan warga.

”Pencarian kita upayakan, sebelum kemudian menerbitkan DPO (Daftar Pencarian Orang) dan koordinasi dengan jajaran lainnya. Termasuk sampai ke Polsek di perbatasan,” tambah Sunarto.

Pencarian terhadap tahanan yang kabur juga akan dicari tahu sampai ke pihak keluarga bersangkutan. Pencarian juga melibatkan TNI dan lapisan masyatakat.

”Jelasnya kita mengimbau kepada kesepuluh saudara kita yang masih berada di luar ini, untuk dapat kembali menyerahkan diri. Karena tidak ada jalan terbaik selain kembali menjalani hukuman yang tersisa,” pungkas Sunarto. =MX9/MG2



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook