Mantan Ketua DPRD Bengkalis Kembali Dihadirkan Jadi Saksi

Selasa, 14 Mei 2019 - 14:53 WIB   [18 Klik]

PEKANBARU—Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menghadirkan beberapa orang saksi yang telah bersaksi dalam persidangan sebelumnya. Di antaranya mantan Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Jamal Abdillah, tangan kanan mantan Bupati Bengkalis Ribut Susanto serta pemilik PT Merangin Karya Sejati (MKS) Ismail Ibrahim.

Mereka bertiga sebelumnya telah bersaksi untuk terdakwa Hobby Siregar, Direktur PT Mawatindo Road Construction (MRC), dalam perkara dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis.

“Mereka (Jamal Abdillah, Ribut Susanto dan Ismail Ibrahim) akan kembali bersaksi,” ucap JPU KPK, Feby Dwiyandospendy SH.

Dihadirkannya kembali mereka itu, dilanjutkan JPU, sebagai saksi untuk terdakwa lainnya. Yang mana, terdakwa lain yang dimaksud adalah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai M Nasir.

M Nasir sendiri, saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis.

“Kemarin kan untuk terdakwa Hobby Siregar. Kali ini untuk terdakwa M Nasir. Sidangnya, Rabu (15/5),” lanjutnya.

M Nasir dan Hobby Siregar diduga secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter.

Yang mana, dalam dakwaan JPU KPK, terdakwa M Nasir telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp2 miliar. Sedangkan terdakwa Hobby Siregar disebut telah memperkaya diri atau perusahaannya sebesar sebesar Rp40.876.991.970,63.

Akibat perbuatan kedua tersangka, negara ditaksir menderita kerugian hingga Rp80 miliar dari anggaran yang disebut menelan sekitar Rp495 miliar.

Keduanya disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook