50 Warga Binaan Rutan Siak Dipindah ke Rohul

Selasa, 14 Mei 2019 - 15:04 WIB   [14 Klik]

50 Warga Binaan Rutan Siak Dipindah ke Rohul


ROKANHULU—Pasca kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Siak, ratusan warga binaan dan tahanan di rutan tersebut dipindahkan ke sejumlah Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di kabupaten kota di Provinsi Riau.

Seperti di Lapas Kelas IIB Pasir Pengeraian, yang telah menerima sebanyak 50 warga binaan pindahan dari Rutan Siak.

Menurut Kepala Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Pasir Pengaraian Muhamad Lukman, 50 warga binaan pindahan dari Rutan Siak ini tiba pada Ahad (12/5) sekitar Pukul 02.00 WIB, dengan pengawalan ketat dari petugas internal Lapas dan aparat kepolisian dari Polres Rohul.

“Ahad dini hari tadi, kita sudah menerima 50 warga binaan Pindahan dari Rutan Siak. Mereka dibawa dengan menggunakan bus tranpas Polres Rohul,” kata M Lukman, Ahad sore.

Menurut M Lukman, warga binaan dari Rutan Siak yang dipindahkan ke Lapas Kelas II B Pasir Pengaraian, berstatus narapidana, bukan tahanan baik kepolisian atau kejaksaan. Sebagian besar dari mereka merupakan narapidana kasus narkotika.

Ke 50 warga binaan tersebut, ditempatkan dalam 1 ruang tahanan. Mereka, dipisahkan dari tahanan lainya. Sementara tahanan yang sudah lama, dipindahkan ke kamar lain yang masih memungkinkan untuk diisi.

“Lapas kita kan kondisinya sudah over, ditambah warga binaan dari Siak, tambah over lagi, jika dilihat dari persentase  perbandingan isi ideal. Makanya, untuk menyikapi itu, kita atur sedemikian rupa sehingga bisa memungkinkan menampung mereka,” jelasnya.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas, warga bBinaan asal Rutan Siak ini terlebih dahulu diberikan pengarahan sebelum ditempatkan ke kamar tahanan.

“Dengan pengamanan kita yang terbatas, kita tetap smangat, antisipatif dengan segala kemungkinan. Kita telah lakukan pendekatan persuasif, pembinaan serta layanan pemenuhan hak dan memperlakulan mereka sebagamaimana mestinya dengan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut Kalapas, sebagian besar warga binaan pindahan Rutan Siak ini mengaku masih trauma terhadap peristiwa kerusuhan dan kabakaran yang terjadi di Rutan Siak. Mereka juga trauma, karena harus dipindahkan jauh dari keluarga mereka.

“Jadi perlu penguatan dari kita, supaya kita lebih mudah membuat mereka berkomitmen, tentang tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama berada di dalam Lapas,” tutupnya. =MX20



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook