Tim Telusuri Pembuat dan Penjualnya

BPOM Temukan Takjil Mengandung Boraks

Selasa, 14 Mei 2019 - 15:59 WIB   [12 Klik]

BPOM Temukan Takjil Mengandung Boraks

TIM BPOM Pekanbaru memeriksa makanan dan minuman yang dijual di pasar Ramadan wilayah Kampar.

PEKANBARU--Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru, kembali melakukan operasi takjil di tiga daerah Provinsi Riau, Senin (13/5) kemarin. Sasarannya makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya.

Operasi takjil yang digelar BPOM Pekanbaru secara serentak di tiga daerah Riau. Yakni di Pekanbaru, persisnya di Simpang Jalan Lobak dan Jalan Delima. Dua daerah lagi, Pelalawan dan Kabupaten Kampar.

Hasil operasi kedua ini petugas menemukan tujuh menu takjil yang terdeteksi mengandung bahan berbahaya. Ini ditemukan di Pasar Ramadan Jalan Dt. Tabano, Pasar Rakyat dan Pasar Inpres Bangkinang.

‘’Tujuh menu takjil itu kita temukan dijual di Kampar,’’ ungkap Sonya PFM Ahli Muda dari Bidang Informasi dan Komunikasi BPOM Pekanbaru, Selasa (14/5) pagi.

Tujuh takjil yang diamankan itu antara lain dua sampel minuman Jely Pink Hijau, mie kuning basah, tiga sampel agar-agar pink, dan satu sample mie kuning.

Bahan berbahaya yang ditemukan, lanjut Sonya, untuk minuman terdeteksi mengandung Rhodamin B. Kemudian untuk mie terdeteksi mengandung Boraks. ‘’Dua bahan itu jelas sangat berbahaya jika dikonsumsi tubuh manusia,’’ terang Sonya.

Atas temuan itu, tim langsung melakukan penelusuran terhadap pembuat tujuh takjil tersebut. ‘’Tim sedang melakukan penelusuran di lapangan. Nanti hasilnya kita sampaikan,’’ lanjut Sonya.
Sebelumnya, petugas yang turun ke Kampar melakukan uji sample pada 47 menu takjil.

Terpisah, petugas BPOM Pekanbaru juga melakukan operasi di Kota Pekanbaru. Mereka menyasar pedagang di Simpang Jalan Lobak dan Jalan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Di lokasi ini sebanyak 30 sample makanan dan minuman dibeli petugas yang dipimpin Hj Helna Rita Harun, Seksi Infeksi di BPOM untuk dilakukan uji coba di mobil khusus.

‘’Sama seperti sebelumnya, bahan makanan kita uji di tempat,’’ kata Hj Helna Rita Harun, Seksi Infeksi di BPOM.

Menurut Yayuk, pedagang gorengan yang ditemui Pekanbaru MX, ia berjualan takjil sejak tahun 2000 silam. Di awal berjualan hingga sekarang, seluruh menu takjil dibuat sendiri tanpa menggunakan bahan berbahaya.

‘’Buat sendiri bang. Jika kebanyakan orang pakai pemanis tepung, kalau manisan saya pakai gula,’’ aku Yayuk.

Ia juga mengakui, keluarganya juga memakan takjil yang dibuatnya. ‘’Selain dijual, saya juga makan dan anak-anak saya,’’ bebernya.

Tidak hanya Yayuk, menu takjil aneka makanan mie milik Wanti di sana juga kebagian diuji petugas. ‘’Kalau mie ini saya beli di Pasar Panam, buk,’’ jawab Wanti, saat ditanya petugas.

Tim lainnya juga melakukan uji sampel takjil di Pelalawan. Persisnya di Sorek dan di Pasar Lapangan bola Kerinci. Sedikitnya 35 takjil diperiksa.

Selain melakukan uji sampel makanan, petugas juga melakukan sosialisasi dengan menyebarkan leaflet kepada pembeli. Bahkan, menerangkan cara mengetahui produk makanan yang berbahaya.

‘’Pengujian sampel makanan dan minuman dilakukan di mobil laboratorium keliling menggunakan rapid test (uji cepat) oleh tim pengujian BBPOM di Pekanbaru,’’ ujar Sonya.

Uji sampling ini, sebut Sonya dilakukan oleh tim inspeksi BBPOM di Pekanbaru. Petugas lain juga melakukan upaya komunikasi informasi dan edukasi (KIE) dilakukan oleh tim Informasi dan Komunikasi BBPOM di Pekanbaru melalui pemasangan spanduk.

‘’Masyarakat yang membutuhkan informasi dapat mencoba kontak senter: HaloBPOM: 1500533. Atau melihat Web: www.pom.go.id. Kemudian dapat mendounload Aplikasi: BPOM Mobile (play store),’’ tutup Sonya. ***

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook