Panik Dipergoki, Gorok Leher Korban

Selasa, 14 Mei 2019 - 16:02 WIB   [76 Klik]

SELATPANJANG--Misteri kematian Erna, seorang wanita yang ditemukan bersimbah darah dengan luka gorok di leher dalam rumah kakak iparnya di Gang Manggis, Jalan Manggis RT 01, RW 10 Kelurahan Kota, Kecamatan Tebingtinggi pada Selasa (30/4) lalu, akhirnya terungkap. Ternyata, wanita 33 tahun ini dihabisi seorang pemuda.

Pelaku adalah Tengku Indra Gunawan. Pria 19 tahun ini tercatat sebagai warga Jalan Komplek RT 03, RW 03, Selatpanjanag Timur.

Tim gabungan Polres Kepulauan Meranti berhasil mengamankan sebilah pisau dapur yang digunakan pelaku untuk membunuh korban. Satu unit sepeda motor yang dipakai saat beraksi, satu unit handphone milik korban, perhiasan yang dipakai korban dan bukti lainnya turut disita.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek SH dalam jumpa pers, Selasa (14/5) siang, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari penemuan sebilah pisau di semak-semak yang berada persis di samping tempat kejadian. Namun saat itu belum bisa mengarah pada siapa pelakunya, karena di pisau itu tidak ditemukan lagi adanya sidik jari.

"Dari penemuan itulah, maka kita langsung bentuk tim gabungan yang di dalamnya ada unit narkoba. Tidak lama kemudian, tim kembali mendapat informasi bahwa ada seseorang yang hendak menjual handphone, namun masih terkunci," ucap Kapolres.

Pentugas yang sedang menyamar juga tidak tinggal diam. Handphone tersebut kemudian dibawa ke teknisi. Saat itulah semuanya terungkap. Ternyata benar, Vivo V5 silver tersebut adalah milik korban. Selain nomor imei-nya sesuai, juga banyak terdapat foto korban.

"Pelaku ditangkap subuh hari di kediamannya pada Kamis (9/5). Kita juga masih mendalami kasus tersebut", ucap Kapolres.

Panik Dipergoki                                                                                                                                                                                                                                                               Ternyata, pelaku baru saja bebas dari penjara (bebas bersyarat) atas hukuman enam tahun yang dijalaninya dalam kasus pencurian pada 2016 lalu. Namun pernah dibui tidak membuat Tengku Indra Gunawan jera.

‘’Tersangka ini adalah mantan napi. Dia masih bebas bersyarat. Dia biasa lewat di gang kecil samping rumah korban. Makanya dia tahu benar bahwa rumah tersebut selalu kosong karena penghuninya berjualan di pasar,’’ ucap La Ode.

Tengku Indra Gunawan yang belum bisa menghilangkan kebiasaan buruknya, kemudian masuk dari pintu belakang rumah petak dua yang dihuni korban dan iparnya. Bersamaan, korban pun pulang dari berjualan untuk memasak.

"Pelaku tidak tahu bahwa rumah tersebut walaupun petak dua, tapi ruangan belakangnya bisa dilewati dan digunakan bersama. Makanya korban masuk dari rumahnya, pelaku tak tahu dan dia kaget ketika korban memergokinya," ucap Kapolres.

Rupanya sebelum masuk, dia sudah benar-benar memantau situasi. Dia tahu bahwa di rumah tersebut ada seorang tukang keramik yang hari itu tidak bekerja.

Ketika dipergoki korban, pelaku pun dengan santai mengaku bahwa dia adalah tukang keramik tersebut. Korban yang ragu akhirnya sempat menghubungi suaminya melalui telepon.

Setelah mendapat keterangan dari sang suami bahwa tukang tidak datang, barulah wanita dua anak tersebut curiga bahwa pelaku pencuri yang masuk ke rumah siang bolong.

Berdasarkan keterangan pelaku pada polisi, saat itu dia benar-benar panik. Apalagi setelah melihat korban dengan suara lantang. Khawatir menjadi bulan-bulanan warga, dia pun langsung bertindak nekat menghabisi korban.

Sempat terjadi perlawanan dari korban. Namun, pelaku lebih dulu mengambil pisau dapur. Dalam perebutan pisau itulah pelaku langsung menikam leher korban dan menggoroknya.
Ngaku Pembunuh Bayaran

Rumor yang beredar di masyarakat tentang pelaku pembunuhan yang mengarah pada orang terdekat, ternyata mampu dimanfaatkan pelaku dengan baik.

Bahkan, saat pemeriksaan berlangsung, pria lajang ini sempat mengaku kepada polisi bahwa dia melakukan pembunuhan tersebut karena dibayar oleh kakak ipar korban.

Tersangka mengaku akan dibayar Rp2 juta. Ia mengaku telah menerima uang muka pembunuhan sebesar Rp300 ribu.

Polisi yang mendapat informasi tersebut juga tidak mau gegabah. Meski sempat memanggil Yusnita, kakak ipar korban sebagai saksi, tapi tuduhan tersebut sangat tidak kuat dan sulit dibuktikan. Maka tak heran jika sebelumnya persoalan ini begitu menghebohkan.

"Tersangka ini pintar juga memanfaatkan situasi. Rupanya dia mantau terus di medsos tentang adanya rumor bahwa kecugiaan warga mengarah pada ipar korban. Makanya rumor seperti itu sangat berbahaya," ucap Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Ario Damar SIK.

Ketika polisi sudah mulai mengarah kepada penyidikan terhadap dalangnya, tapi keesokan harinya tersangka malah mengeluarkan pernyataan lain lagi yang membingungkan. Dari sitilah polisi tahu bahwa tersangka hanya berpura-pura, karena dia sebelumnya terus memantau perkembangan di medsos.

"Aneh juga rasanya. Kalau dia pembunuham bayaran, tentunya ada senjata yang dia bawa. Kenyataannya di lapangan tidak demikian, malah senjata yang dia pakai saat membunuh korban adalah pisau dapur yang diambil dari rumah tersebut. Namun, kita tetap melakukan penyidikan lanjutan terkait masalah ini. Dan, kita juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang ikut membantu mengungkapkan kasus pembunuhan ini,’’ pungkasnya. ***

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook