9 Menu Takjil Mengandung Bahan Berbahaya

Sabtu, 18 Mei 2019 - 12:05 WIB   [148 Klik]
Reporter : Hendra Nainggolan
Redaktur : Oce E Satria

9 Menu Takjil Mengandung Bahan Berbahaya


KORANMX.COM, PEKANBARU --Hari kedua Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru, kembali menemukan bahan berbahaya di menu takjil di kawasan Kuansing, Jumat (17/5/2019) sore.

Hasil didapat setelah tim melakukan uji langsung di tempat, oleh tim yang stand by di kendaraan operasional mobil Laboratorium Keliling Uji 4 Bahan Berbahaya (formalin, boraks, rhodamin B, metanil yellow).

Kemarin tim mencoba 32 sampel menu buka puasa yang dibeli petugas, lalu langsung dilakukan uji coba. Di mana sembilan menu takjil terdeteksi mengandung bahan berbahaya.

''Ada 9 sampel mengandung bahan berbahaya,'' kata Ratna Nuraini Kepala Sub-bagian Umum BPOM Pekanbaru, Sabtu (18/5/2019).

Tempat uji takjil pertama dilakukan tim BPOM di Pasar Rakyat Kuansing dan menguji 15 sampel. Hasilnya ditemukan 2 sampel kerupuk nasi terdeteksi mengandung boraks.  

Selanjutnya, juga terdeteksi tiga sampel minuman delima mengandung rhodamin B. Kemudian, satu sampel sagu mutiara terdeteksi mengandung rhodamin B.

Tim kemudian bergerak ke Kari. Di sana, ditemukan sarana produksi kerupuk nasi. Dua produknya, induk kerupuk dan kerupuk mentah, terdeteksi mengandung boraks.

Lalu, temuan terakhir, persisnya di Pasar Takjil Lubuk Jambi. Dengan menguji 15 sampel. Ditemukan 1 sampel kerupuk tunjuk terdeteksi mengandung boraks.

''Seluruh pedagang yang kita temukan menjual makanan mengandung boraks, diberikan petugas imbauan agar tidak menjual lagi makanan yang tercampur bahan berbahaya,'' kata Ratna.

Di tempat terpisah, persisnya di Jalan Kereta Api, Marpoyan Damai tim BPOM juga melakukan uji sampling terhadap 30 bahan takjil.

Tim di sini, dipimpin langsung Nunang Ganis selaku PFM Penyelia bidang InfoKom BPOM Pekanbaru.


Tidak Gunakan Koran Sebagai Pembungkus

 

Nunang Ganis menyebutkan, uji takjil terhadap 30 sampel yang dilakukan di jalan Kereta Api. Memang tidak ada ditemukan pedagang yang menggunakan bahan berbahaya.

Meski tanpa hasil ditemukan bahan berbahaya. Nunang Ganis dan tim tetap berkerja, dan memberikan imbauan.

''Ada satu imbauan yang perlu kita sampaikan ke pedagang. Agar tidak lagi menggunakan bungkus koran, untuk makanan,''  ungkap Nunang Ganis.

Bahayanya penggunaan koran, sebut Nunang Ganis disebabkan mengandung timbal yakni logam berat.

''Bahan itu tidak boleh ada dalam makanan. Tintanya ada penambahan, karena kalau kena panas bahannya bermigrasi,'' jelas Nunang.

Selain itu, banyak para pedagang yang ditemui agar menggunakan sarung tangan plastik. ''Tujuannya agar makanan tetap higienis,'' harap dia.  

Operasi takjil ini, tim mencoba mendeteksi 4 bahan berbahaya (formalin, boraks, rhodamin B, metanil yellow) pada pangan.

Tim juga memberikan sosialisasi KIE melalui pemasangan spanduk, penyebaran leaflet dan KIE langsung oleh petugas BBPOM di Pekanbaru.

Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi tentang makanan, diminta melihat tulisan: Ingat Pangan Aman, Ingat Cek KLIK, Cek Kemasan dan Cek Label. Kemudian Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa serta No FORMALIN, No BORAKS, No Rhodamin B, No Metanyl Yellow. Kemudian jika membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi HaloBPOM 1500533.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook