2.000 Lampion Terbang Harapan Akan Dilepaskan di Candi Muara Takus

Senin, 20 Mei 2019 - 12:24 WIB   [343 Klik]
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Oce E Satria

2.000 Lampion Terbang Harapan Akan Dilepaskan di Candi Muara Takus


KORANMX.COM, KAMPAR -- Menyambut Hari Raya Waisak yang akan dilaksanakan di Candi Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar  25 Mei 2019 mendatang, ummat Buddha akan melepaskan 2.000 lampion harapan pada malam harinya.

Ketua Panitia Acara Kegiatan Hari Waisak Nasional, Siswaja menyebutkan, sebelum pelepasan lampion tersebut, ada berapa acara kegiatan. Pertama ada kegiatan seremonial pada pukul 16:00 WIB sampai 18:00 WIB bersama dengan Pemerintah  Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau.

"Acara seremonial itu akan dihadiri 27 delegasi ummat Buddha seluruh Indonesia. Acara itu dilaksana sebelum berbuka puasa," katanya kepada koranmx.com baru-baru ini.

Siswaja menaksir,  acara Hari Waisak Nasional itu akan dihadiri 3.000 lebih peserta di Candi Muara Takus. Bahkan setelah acara seremonial itu akan dilanjutkan dengan prosesi Waisak: para peserta yang hadir akan mengelilingi Candi Muara Takus dan berdoa bersama. "Di saat itu juga kami akan melepaskan 2.000 lampion terbang harapan. Sebagai harapan kita untuk keamanan dan persatuan Indonesia dalam keadaan damai," ungkapnya.


Belum ke Riau Kalau Tidak ke Candi Muara Takus


Sedang mengenai agenda Waisak yang dilaksanakan di Candi Muara Takus, kata Siswaja, bukanlah pertama kali. Biasanya pesertanya hanya 100 sampai 200 orang yang datang ke sana.

"Jadi dengan banyaknya orang ke sana dapat melestarikan sejarah perkembangan ummat Buddha. Namun pada intinya Candi Muara Takus itu adalah milik bersama rakyat indonesia. Yang kami harapkan kami selaku ummat Buddha bisa mengembangkan agar lebih dikenal lagi," sebutnya sembari mengatakan bahwa sudah lama menyurati pengurus majelis ummat Buddha dan kami bersukur direspon sehingga Riau terpilih.

Selain itu tujuan kegiatan kali ini adalah mempepulerkan ikon Riau Candi Muara Takus agar makin terkenal di dunia. Karena ini bukti sejarah peradaban dunia.

"Jadi tujuan kita mengharapkan wisatawan yang hadir akan datang ke Candi Muara Takus. Bagi yang ke Riau jika tidak mengunjunginya sama saja belum ke Riau. Sama halnya ke Jogyakarta kalau tidak ke Borubudur belum ke Jogyakarta.

"Untuk itu harapan kami Candi Muara Takus ini akan dapat membumi," jelasnya.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook