Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Polisi Jemput Paksa Eks Pincapem KCP BRI Aur Kuning

Rabu, 22 Mei 2019 - 12:57 WIB   [263 Klik]

Polisi Jemput Paksa Eks Pincapem KCP BRI Aur Kuning

Terlapor, DHN (baju putih) saat menjalani pemeriksaan. (Foto Istimewa)

KORANMX.COM, PEKANBARU--Penyidik Satuan Reskrim Polres Bukittinggi terus mendalami perkara dugaan pelecehan seksual eks Pimpinan Cabang Pembantu (Pincapem) KCP BRI Aur Kuning, Bukittinggi, Sumatera Barat, Dwi Haryono Nugroho. 

Bahkan penyidik terpaksa menjemput paksa terduga pelaku ke Bogor, di mana tempat terlapor, Dwi bertugas saat ini, Senin (20/5/2019) guna diperiksa. 

Upaya tersebut terpaksa ditempuh pihak kepolisian setelah dua kali pelaku mangkir dipanggil penyidik. 

"Sudah, penyidik sudah berangkat ke Bogor untuk menjemput terlapor, DHN. Dimana saat ini terlapor bertugas di sana (BRI Bogor, red)," kata Kuasa Hukum pelapor, Desy Puspitasari (DP) Dwi Setiarini SH saat ditemui koranmx.com, Rabu (22/5/2019). 

Hal itu kata dia dilakukan setelah terlapor tidak memenuhi panggilan penyidik sebanyak dua kali. "Sebelumnya penyidik sudah melayangkan surat panggilan kepada terlapor sebanyak dua kali namun tidak datang alias mangkir," sebutnya. 

Didampingi Kuasa Hukum DP lainnya, Ronald Reagen SH, Rini mengaku sempat mendatangi kantor Mapolres Bukittinggi beberapa waktu lalu guna mempertanyakan perkembangan perkara kliennya, DP yang terjadi sejak 2017 silam. 

"Alhamdulillah Kapolres sudah menandatangani surat perintah membawa (menjemput paksa, red) terlapor ke Bukittinggi guna pemeriksaan lanjutan," ucap Rini. 

Dirinya berharap perkara yang menimpa kliennya secepatnya bisa diselesaikan dan segera dilimpahkan ke pengadilan. "Ya kita berharap perkara ini cepat selesai dan segera dilimpahkan ke pengadilan," ungkapnya. 

Terpisah, KBO Satreskrim Polres Bukittinggi, Ipda Rommy Hendra Kurniawan SH MH membenarkan perihal keberangkatan dirinya ke Bogor guna memeriksa terlapor DHN. "Ya, kita ke Bogor kemarin," ucap Rommy saat dikonfirmasi koranmx.com melalui telepon seluler Rabu (22/5/2019) siang. 

Saat ditanya apakah terlapor DHN langsung dibawa ke Bukittinggi atau hanya diperiksa di Bogor, Rommy enggan memberikan keterangan. "Kalau soal itu langsung tanya Kasat Reskrim saja," singkat Rommy. 

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Andi MA Mekuo SH SIK saat dikonfirmasi melalui telepon seluler sebanyak tujuh kali tidak mengangkatnya. Saat dihubungi melalui pesan WatsApp (WA) juga tidak dijawab. 

Seperti diberitakan sebelumnya, perkara dugaan pelecehan seksual yang menimpa korban, DP (Pelapor) terjadi sekitar tahun 2017. Saat ia (DP) masih bekerja sebagai Teller di BRI Aur Kuning, Bukittinggi. DP akhirnya melaporkan DHN yang tak lain pimpinannya sendiri itu ke Polres Bukittinggi guna ditindaklanjuti secara hukum. (***) 

 

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook