Tiga Terdakwa Pipa Transmisi Ajukan Pledoi

Minggu, 26 Mei 2019 - 15:40 WIB   [51 Klik]
Reporter : Fanny Rizano
Redaktur : Oce E Satria

Tiga Terdakwa Pipa Transmisi Ajukan Pledoi


KORANMX.COM, PEKANBARU—Tiga terdakwa dugaan korupsi pengadaan pipa transmisi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang merugikan negara Rp2,6 miliar mengajukan nota pembelaan atau pledoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ketiga terdakwa yakni Direktur PT Panatori Raja Sabar Stevanus P Simalongo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Edi Mufti BE dan konsultan pengawas proyek Syahrizal Taher.

“Ketiga terdakwa ajukan pledoi pada persidangan selanjutnya,” ucap JPU Teguh Prayogi SH saat dikonfirmasi koranmx.com, Ahad (26/5).

Terhadap pledoi ketiga terdakwa itu, majelis hakim yang diketuai oleh Mahyuddin SH MH menjadwalkannya pada, Selasa (28/5). “Sidang pledoi, Selasa besok,” tambahnya.

Dalam tuntutan JPU itu, ketiga terdakwa dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1.

Atas hal itu, JPU menuntut terdakwa Sabar Stevanus P Simalongo dengan pidana penjara selama 6 tahun. Sabar Stevanus juga dituntut membayar denda Rp200 juta atau subsider 6 bulan kurungan. Tidak sampai di situ, JPU juga menuntut Sabar untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp2,5 miliar. Jika tidak dibayarkan, maka harta benda miliknya disita dan dilelang untuk mengganti kerugian negara. Dan jika harta bendanya tidak mencukupi untuk menutupi kerugian negara, maka diganti dengan hukuman 2 tahun kurungan.

Sedangkan terhadap terdakwa Edi Mufti, JPU menuntutnya dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan, denda Rp200 juta atau subsider 6 bulan. Terakhir, terdakwa Syahrizal Taher dituntut pidana penjara selama 4 tahun, denda Rp200 juta atau subsider 6 bulan kurungan. Terdakwa Syahrizal juga dituntut untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp92.500.000. Namun itu telah dititipkannya ke kejaksaan, dan dianggap sebagai pengganti kerugian negara.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook