Buka Puasa Bersama Gubri - Forkopimda

Gubri dan Kapolda Sepakat Pentingnya Kondisi Aman di Bumi Melayu Pasca Pemilu

Senin, 27 Mei 2019 - 07:11 WIB   [243 Klik]

Gubri dan Kapolda Sepakat Pentingnya Kondisi Aman di Bumi Melayu Pasca Pemilu

Gubri Drs H Syamsuar MSi buka puasa bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ahad (26/5/2019).

KORANMX.COM, PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi berbuka puasa bersama pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balai Serindit Aula Gubernuran Jalan Diponegoro No 23 Pekanbaru, Ahad (26/5/2019).

Hadir Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution dan Sekda Provinsi Riau Ahmad Hijazi, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, Danrem 031/WB Brigjen TNI Mohammad Fadjar, Ketua DPRD Riau Hj Septina Primawati Rusli, Kejati Riau atau mewakil, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, Kakanwil Kemenag, Kakanwil Kemkumham, para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, Asisten I, kepala Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov, Pejabat Kabupaten atau Kota dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Riau, tokoh agama, adat dan organisasi kemasyarakatan dan tamu undangan lainnya.

Gubri Syamsuar selaku tuan rumah dalam sambutannya kembali menyinggung tentang pentingnya kebersamaan dan menghargai tokoh agama, adat dan tokoh masyarakat di bumi Melayu.

Terkait kondisi sosial politik pasca pemilu 2019, Syamsuar mengajak lapisan masyarakat Riau untuk saling menciptakan suasana yang kondusif  dan memberikan kesejukan.

"Mari kita saling menjaga kebersamaan kita di negeri ini, agar senantiasa menjaga kedamaian di negeri kita ini. Apalagi negeri Melayu kita ini terkenal dengan santun, menghargai ulama, tokoh adat dan masyarakat. Karena dengan semangat kebersamaan aman dan cinta damai itu, dapat menunjang pembangunan yang kita lakukan nantinya," ajak Gubri.

Apa yang disampaikan Gubri diamini dan diapresiasi Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo. Dalam sambutannya ia mengungkapkan pujiannya karena Riau telah melaksanakan agenda pilpres dan pileg 2019 dengan lancar.

"Saya katakan secara umum lancar, walaupun ada riak-riak dinamika demokrasi yang terjadi," ujarnya.

Bahkan kata Kapolda, di tingkat nasional Riau termasuk 4 besar  dalam menyelesaikan pleno.

"Akhirnya pada tanggal 20 dan 21 Mei 2019 dini hari KPU pusat telah berhasil mengumumkan hasil daripada rekapitulasi nasional sebagaimana yang kita ketahui bersama," ujar Kapolda.

Kapolda juga menyampaikan perkembangan situasi yang berkaitan dengan peristiwa pada 21 dan 22 Mei 2019 lalu. Ia menengarai ada  kelompok tertentu yang hendak membawa situasi 21 dan 22 Mei 2019 di Jakarta ke wilayah Riau.

Namun ia yakin masyarakat Riau tidak merelakan situasi yang sama akan terjadi  di wilayah sini.

"Dan saya sudah menyampaikan ini ke Bapak Gubernur selaku pimpinan pemerintahan tertinggi di wilayah Provinsi Riau. Pak mohon hal ini segera kita sikapi dan tentunya itu porsi kami bersama teman-teman TNI," ungkapnya.

Kapolda mengaku ia  sudah berkoordinasi dengan Danrem dan  Danlanud. Meski pengamanan tetap menjadi porsi kepolisian, namun menurutnya perlu partisipasi aktif dari seluruh pihak. "Karena kita bukan apa-apa. Karena menjaga keamanan pada prinsipnya, bukan secara fisik saja. Tetapi kita juga butuh kegiatan-kegiatan yang sifatnya non fisik berupa penyuluhan, pemahaman dan penjelasan kepada masyarakat tentang arti sebuah kegiatan yang telah terjadi," beber Kapolda.

Menyangkut perkembangan situasi politik di tingkat elit di Jakarta, Kapolda mensyukuri
adanya progres yang sangat signifikan saat ini yaitu adanya upaya-upaya dari pihak pemerintah melakukan pertemuan-pertemuan dengan berbagai pihak untuk mendukung adanya rekonsialiasi nasional demi menciptakan situasi yang kondusif.

"Mudah-mudahan kondisi ini bisa tetap terjaga," harapnya.

Sementara khusus di Riau, Kapolda mengajak semua pihak mulai fokus untuk terciptanya situasi kondusif di daerah ini. Untuk itu, katanya,  diperlukan satu pemahaman bersama tentang situasi yang terjadi.

Yang menarik, Kapolda sempat menyinggung aksi mahasiswa dalam beberapa hari lalu. Kapolda justru tidak mempermasalahkan.

"Nggak apa-apa dalam sebuah negara demokrasi. Demonstrasi itu merupakan bunga dan perhiasan dari sebuah negara demokrasi. Bukan hal yang dilarang. Undang-undang pun mengatur yang demikian yakni Undang Undang nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan mengeluarkan. Bahkan kita layani pengamanannya," paparnya.

Meski demikian, ulas Kapolda, ia tetap mengingatkan   mahasiswa agar jangan mau disusupi, diajak serta untuk hal-hal yang kontraproduktif dan destruktif.

"Saya pantau beberapa kegiatan hari ini, tentang dinamika adik-adik mahasiswa di depan Polda dan di DPRD Riau, Namun pesan saya selaku Kapolda, jangan sampai misi adik-adik mahasiswa yang murni dan mulia itu disusupi oleh pihak-pihak yang memiliki agenda tersendiri. Yang akhirnya menjadi suasana kurang kondusif. Ini hati-hati pesan saya kepada adik-adik mahasiswa," pesan Kapolda. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook