Bawaslu Sebut KPU Tak Mampu Menjelaskan Salah Input Data C1

Selasa, 28 Mei 2019 - 09:27 WIB   [3371 Klik]
Redaktur : Raja Mirza

Bawaslu Sebut KPU Tak Mampu Menjelaskan Salah Input Data C1

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan didampingi jajaran memberi keterangan pers

KORANMX.COM, PEKANBARU--Meski Pemilu serentak 2019 telah usai dilaksanakan. Namun masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Terutama pada sistem input data C1 di KPU yang diduga banyak terjadi kesalahan. 

Bahkan, sampai saat ini Bawaslu masih menunggu jawaban dari KPU untuk menjelaskan tentang dugaan kesalahan input data C1 yang begitu besar. 

"Sampai saat ini pertanyaan kami (Bawaslu,red) terkait banyaknya kesalahan input data C1 belum dijawab KPU," kata Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan kepada koranmx.com, Senin (27/5/2019) malam. 

Kesalahan input data yang terjadi pada sistim penghitungan suara atau yang dikenal dengan Situng KPU lanjut dia, harus dijelaskan kepada masyarakat. Terlebih sebagian besar kesalahan terjadi pada pasangan calon (Paslon) presiden nomor urut 02.

"Mengapa KPU tak mampu menjelaskan, mengapa salah input itu sebagain besar terjadi pada Paslon 02. Di mana persoalannya, di mana kesalahannya," ucapnya. 

Ditemui usai gelar buka puasa bersama Bawaslu Riau jajaran dan puluhan wartawan di Hotel Premiere, Rusidi mengatakan sampai saat ini KPU Riau baru memberikan jawaban jumlah kesalahan input yakni sebanyak 164 lembar. Itu di Riau saja, belum secara Nasional. Namun belum memberikan penjelasan salahnya di mana, persoalannya di mana. 

"Seolah-olah isu kecurangan yang beredar ini benar, makanya netralitas dan independensi KPU dipertanyakan," sebutnya. 

Rusidi mengaku telah menyampaikan pertanyaan tersebut saat Pleno KPU tingkat provinsi pada tanggal 19 Mei 2019 lalu, namun sampai saat ini KPU belum mampu menjawab. "Kita sudah tanyakan saat pleno, namun KPU belum mampu menjawab," ucap Rusidi Rusdan didampingi lengkap Komisioner Bawaslu Riau dan Bawaslu kabupaten/kota se Riau. 

Menurutnya, kesalahan input data yang terjadi telah membuat kegaduhan di tengah masyarakat yang bila tidak dijelaskan maka bisa saja masyarakat beranggapan bahwa kecurangan itu benar dilakukan. "Berapa besar sih kesalahan input data yang terjadi, baik pada Paslon presiden nomor urut 01 dan 02. Sampai saat ini KPU belum mampu menjawab," pungkasnya. (***) 

 

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook