Ditanya Soal Izin, KSOP Mengelak

Mengganggu, Ponton Melintang di Pelabuhan Tikus Sungai Lubuk Muda

Selasa, 28 Mei 2019 - 14:57 WIB   [582 Klik]
Reporter : Riawan Saputra
Redaktur : Oce E Satria

Mengganggu, Ponton Melintang di Pelabuhan Tikus Sungai Lubuk Muda


KORANMX.COM, SIAKKECIL -- Pelabuhan tikus yang berada di anak sungai Siak Kecil, Desa Lubuk Muda, Kecamatan Siak Kecil, Bengkalis sangat menganggu lingkungan sekitar. Bagaimana tidak, sekali kapal ponton merapat langsung menutup seluruh permukaan sungai yang memiliki lebar kurang lebih 100 meter itu.

Pantauan koranmx.com pada Selasa (28/5/2019) pagi, kapal ponton yang memiliki muatan seberat 2.800 ton sedang bersandar dan melintang hingga menutup lebar sungai. Ternyata pelabuhan tikus itu sudah selalu melakukan aktifitas bongkar muatnya di anak sungai tersebut. Bahkan menurut warga sekitar kehadiran pelabuhan tikus itu memang sangat merugikan masyarakat sekitar.

Atan, warga sekitar, ketika ditemui di lokasi pelabuhan tikus Jalan Hang Tuah samping SDN 01, Desa Lubuk Muda- Siak Kecil tersebut mengaku sudah mendapati pelabuhan itu melakukan bongkar muat dengan memakai kapal ponton sudah lebih tiga kali selama bulan Ramadan.

Menurut Atan, barang yang dibawa kapal ponton kebanyakan adalah material karena sang pemilik pelabuhan tikus juga merupakan seorang pengusaha kontraktor yang memang banyak mendapat orderan proyek dari Pemkab Bengkalis. Salah satunya yang sedang jalan menurut Atan adalah proyek pembangunan di Sei Linau bekas proyek MY Bukitbatu, Siak Kecil.

''Sering masuk kapal Ponton bawa material. Yang punya ini kontraktor. Sering dapat proyek dari pemerintah. Sekarang lagi jalankan proyek di Sei Linau, bekas proyek MY Bukitbatu-Siak Kecil,'' ujar Atan.

Akibat sering melakukan aktifitas, kata Atan, dampak yang timbukkan sangat banyak, salah satunya adalah rusaknya ekosistem tanaman mangrove di sekitar pelabuhan. Tak hanya itu ikan pun pasti akan lari karena besarnya kapal yang sekali merapat langsung menutup badan sungai sehingga masyarakat sekitar pun sulit melintasi sungai tersebut.

''Selain mangrove, nelayan pun kena imbas. Payah kita mau lewat sungai itu lagi karena tertutup ponton yang melintang,'' pungkas Atan.

Manulang selaku, Kepala Seksi (Kasi Lalu Lintas) KSOP Kelas II Sei Pakning ketika dikonfirmasi tentang izin pelabuhan tikus tersebut langsung mengaku sedang ada operasi bongkar muat dan akan berjanji menghubungi koranmx.com kembali.

''Apa Izin..?...Mohon maaf pak saya lagi giat bongkar muat. Nanti saya hubungi lagi ya,'' elaknya.

Begitu juga Embing selaku Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas II Sei Pakning ia langsung mengaku lagi di luar kota dan akan menyuruh anggota untuk mengecek langsung.

''Waduh saya lagi di luar kota ini. Saya suruh anggota saya dulu mengecek ke lapangan,'' pungkas Embing.

 

Aparat Terkait dan Aktifis Lingkungan Harus Turun Tangan

Sementara itu menurut Ketua Tim Rona Lingkungan Universitas Riau Tengku Ariful Amri saat dimintai komentarnya terkait keberadaan pelabuhan tikus ini mengaku sangat prihatin dan meminta agar pemerintah bisa melakukan pengawasan yang lebih ketat lagi dan turun ke lokasi.

Karena dari apa yang sudah di paparkan memang sepertinya sudah keluar dari kepatutan. Karena Sungai yang hanya memiliki lebar 100 Meter memiliki pelabuhan yang menampung kapal ponton yang memiliki muatan hingga .2800 ton hingga lebih.

''Kata kuncinya pemerintah harus peka terhadap masalah ini. Kita minta lah baik dari aparat terkait dan aktifis lingkungan agar bisa turun. Biar masalah terselesaikan dan masyarakat pun ada solusi dan semua pihak tidak merasa terganggu lagi,'' pungkas salah satu  dosen senior Universitas Riau ini.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook