Direktur Sabarjaya Karyatama dan Konsultan Banding

Rabu, 29 Mei 2019 - 15:51 WIB   [60 Klik]
Reporter : Fanny Rizano
Redaktur : Oce E Satria

Direktur Sabarjaya Karyatama dan Konsultan Banding

Sabar Jasman saat pertama kali ditahan oleh Kejari Pekanbaru, beberapa waktu lalu.

KORANMX.COM, PEKANBARU—Direktur PT Sabarjaya Karyatama Sabar Jasman dan Konsultan Pengawas CV Siak Pratama Engineering Iwa Setiady mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Pekanbaru.

Mereka tidak terima atas vonis majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Kedua orang ini tersandung perkara korupsi proyek drainase Paket A Kota Pekanbaru. “Iya, mereka (Sabar dan Iwa) mengajukan banding,” ucap Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru Yuriza Antoni SH saat dikonfirmasi Koranmx.com, Rabu (29/5/2019).

Sabar divonis pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan, denda Rp50 juta atau subsider 6 bulan kurungan. Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp2,5 miliar lebih.

Jika tidak dibayarkan setelah putusan inkrah, maka harta bendanya disita untuk mengganti kerugian negara tersebut. Jika harta bendanya tidak mencukupi untuk mengganti kerugian negara, maka diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun 3 bulan.

Sedangkan terhadap terdakwa Iwa Setiady, hakim memvonisnya dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan. Iwa juga dibebankan membayar denda Rp50 juta atau subsider 6 bulan penjara.

Terdakwa Iwa juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp250 juta. Jika tidak dibayarkan, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun 8 bulan. “Vonis itu menguatkan tuntutan jaksa,” ujarnya.

“Meskipun mereka banding, kita juga tetap menyiapkan memori banding. Karena mereka mengajukan banding, otomatis kita banding juga,” sambungnya.

Sabar dan Iwa dijerat Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tiga terdakwa lainnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ichwan Sunardi, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Rio Amdi, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Windra Saputra divonis lebih ringan dibandingkan Sabar dan Iwa.

Dugaan rasuah ini terjadi pada tahun 2016 lalu. Saat itu, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Sumber Daya Air Provinsi Riau melakukan pembangunan drainase di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru Paket A.

Gorong-gorong itu dibangun di sepanjang jalan dari simpang Jalan Riau hingga simpang Mal SKA Pekanbaru. Adapun pagu paket sebesar Rp14.314.000.000 yang bersumber dari APBD Riau tahun 2016.

Pekerjaan itu berdasarkan surat perjanjian kontrak tanggal 21 September 2016 dengan nilai kontrak seluruhnya sebesar Rp11.450.609.000 yang dilaksanakan oleh PT Sabarjaya Karyatama. Terhadap pekerjaan tersebut rekanan telah menerima pembayaran 100 persen.

Namun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa pekerjaannya yang tidak sesuai dengan kontrak yang mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara sebesar Rp2.523.979.195.

Angka itu berdasarkan hasil perhitungan audit BPKP Provinsi Riau tanggal 18 September 2018. Terkait angka kerugian negara itu, penyidik belum ada menerima pengembalian kerugian negara dari para tersangka.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook