Belum Waktunya Pertemuan Jokowi-Prabowo

Arbi Sanit: Jangan Basa-basi, Pura-Pura Baikan Padahal Bermusuhan

Rabu, 29 Mei 2019 - 11:12 WIB   [47 Klik]
Redaktur : Oce E Satria

Arbi Sanit: Jangan Basa-basi, Pura-Pura Baikan Padahal Bermusuhan

(Foto:internet)

KORANMX.COM, JAKARTA  – Pakar politik Arbi Sanit menilai bahwa calon presiden (capres) 01 Joko Widodo (Jokowi) dan capres 02 Prabowo Subianto tidak perlu bertemu dalam waktu dekat. Sebab, Prabowo masih menggugat hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Saya kira Jokowi dan Prabowo bertemu itu penting, tetapi momennya bukan sekarang. Karena sekarang mereka sedang berantem di MK. Jadi jangan main politik basa basi. Pura-pura berbaikan, padahal bermusuhan. Itu enggak benar. Itu menipu rakyat. Jujur saja kepada rakyat,” kata Arbi seperti dikutip Beritasatu.com, Senin (27/5/2019).

Untuk diketahui, proses di MK akan rampung pada 28 Juni 2019. “Jadi kalau sudah selesai nanti putusan MK, sudah diterima kedua pihak, baru bertemu. Mau negosiasi atau apa ya silakan. Selesaikan proses hukumnya dulu. Jangan dipotong-potong, karena nanti hanya melahirkan kepura-puraan. Jangan sekarang bertemu. Prabowo konsentrasi di MK. Hormati dong,” tegas Arbi.

Sejumlah kalangan menilai pertemuan Jokowi dan Prabowo akan meredakan situasi politik. Arbi tak setuju dengan pandangan tersebut. “Banyak bilang untuk redakan situasi? Memangnya dia (Jokowi) raja Indonesia. Begitu mereka bertemu permusuhan hilang? Omong kosong itu. Jadi kita harus mendidik rakyat dengan benar,” ujar Arbi.

Menurut Arbi, pihak keamanan dapat menindak masyarakat yang melakukan aksi anarkis. “Kan gampang saja. Siapa yang ribut-ribut, pihak keamanan tangani. Kan sudah dilaksanakan. Ya begitu caranya. Rakyat kalau membangkang, enggak benar, bikin rusuh ya memang harus dihukum,” demikian Arbi.

Arbi pun menyebut, “Sekalipun salah satu pihak ingin betul damai, katakan Jokowi, tapi kalau yang lain belum terima, mau apa? Mau maksa? Apa hak dia memaksa orang? Memaksa orang melalui tradisi publik. Jadi enggak jujur dan permainan politiknya.” ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook