Kontraktor Pasar Induk Dievaluasi Pasca Lebaran

Kamis, 30 Mei 2019 - 15:59 WIB   [23 Klik]

Kontraktor Pasar Induk Dievaluasi Pasca Lebaran


PEKANBARU--Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru melakukan monitoring agar dapat mengevaluasi pengerjaan pasar induk yang dikerjakan oleh PT Agung Rafa Bonai sebagai pemenang tender.

Meski sempat terhenti beberapa waktu lalu, kini pembangunan pasar induk oleh PT Agung Rafa Bonai kembali dilanjutkan. Namun ditegaskan Kepala Disperindag Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, selesai lebaran ini, terhadap investor pemenang tender itu akan dilakukan evaluasi, dan terus dimonitor.

 “Sebelumnya kita sudah ingin melakukan putus kontrak bersama PT Agung Rafa Bonai itu, namun mereka menyatakan kesanggupan untuk melanjutkan pembangunannya. Karena kita bermitra dalam kerjasama ini maka kita berikan kesempatan, sebelum bulan Ramadan, kita juga sudah melakukan pertemuan dengan pihak pengembang,” terangnya.

Ingot juga menyebut, hasil pertemuan itu, pihak pengembang menargetkan selesai akhir tahun ini. Ia juga melihat di lapangan itu mekanisme yang terberat itu adalah pada penimbunan lahan.

“Kalau untuk konstruksi bangunannya tidak begitu berat, jadi kita juga optimistis mereka dapat menyelesaikan hingga akhir tahun 2019 ini,” katanya.

Sebelumnya juga pernah diungkapkan Ingot Hutasuhut,  bahwa alasan keterlambatan dapat diterima, karena saat kontrak selesai ditandatangani, pengembang belum punya izin pelaksanaan dan izin lainnya, sehingga tidak dapat bekerja.

"Kita beri tambahan waktu selama 12 bulan lagi, karena memang alasan keterlambatannya bisa kita terima, yaitu persoalan administrasi. Perjanjian atau kontraknya sudah ditandatangani bulan Oktober 2016 lalu, sementara IMB baru keluar akhir Agustus 2017, ini juga yang menjadi komplain mereka, karena seharusnya mereka punya waktu 24 bulan jadi cuma 12 bulan, sehingga tak tercapai target," katanya kepada wartawan, Januari lalu.

Namun demikian, Ingot juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menambah waktu kontrak, sehingga kerugian tetap ditanggung oleh pihak pengembang. Disperindag hanya memberikan tambahan waktu untuk penyelesaian Pasar Induk.

"Meski kita adendum atau beri tambahan waktu, tetapi kontrak waktu pengelolaan tetap, jadi perjanjian kerjasama kita 30 tahun itu tidak diperpanjang dan terus berjalan. Jadi kalau Pasar Induk itu selesai dalam 2 tahun, mereka punya waktu produktif 28 tahun untuk berbisnis, inikan tambah 1 tahun lagi penyelesaiannya, berarti waktu produktif bisnisnya jadi 27 tahun," ungkapnya.

"Jadi semakin lama mereka menyelesaikan, ya semakin rugi. Karena mereka juga sudah menanam sekian banyak investasi dan tertunda," paparnya lagi.

Ia berharap, pihak pengembangan bisa menyelesaikan pekerjaan, sehingga para pedagang yang kini ditampung sementara di terminal AKAP atau Bandar Raya Payung Sekaki bisa segera dipindahkan, dan aktivitas bongkar muat juga bisa dipusatkan di sana. “Kita berharap pihak ketiga bisa menyelesaikan pembangunan pasar induk sesuai waktu yang sudah disepakati akhir tahun nanti dengan pemerintah kota Pekanbaru,” pungkasnya. =MG1

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook