Terkait Ratusan Warga Desa Koto Aman Geruduk Polres Kampar

Kapolres Kampar: Aktivis Dabson Ditangkap dengan Dua Pasal KUHP

Sabtu, 01 Juni 2019 - 08:11 WIB   [416 Klik]
Reporter : Nur Afni Domo
Redaktur : Oce E Satria

 Kapolres Kampar: Aktivis Dabson Ditangkap dengan Dua Pasal KUHP


 

KORANMX.COM, BANGKINANG  - Terkait kedatangan ratusan warga Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir ke Mapolres Kampar pada Jumat malam (31/5/2019), Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH membenarkan ada kaitannya dengan penangkapan seorang warga bernama Dabson.

Kapolres Kampar mengatakan mengetahui bahwa benar kedatangan sekitar seratusan warga Desa Koto Aman ke Mapolres Kampar pada Jumat malam (31/5) sekitar pukul 21.30 WIB  untuk menuntut pembebasan Dapson, selaku aktivis (Korlap) aksi masyarakat Desa Koto Aman dalam permasalahan sengketa lahan dengan pihak PT Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL).

BERITA TERKAIT:

Aktivis Ditangkap, Ratusan Warga Koto Aman Datangi Polres Kampar

"Saudara Dabson memang beberapa jam sebelumnya ditangkap oleh Satuan Reskrim Polres Kampar, karena telah dua kali dilakukan pemanggilan untuk pemeriksaan namun yang bersangkutan tidak mau memenuhinya sehingga dilakukan upaya paksa," jelasny.

Kapolres memastikan pada saat melakukan upaya paksa penyidik sudah memperlihatkan surat perintah tugas, surat perintah penangkapan dan menyerahkan surat perintah penangkapan kepada Kuasa Hukum Dabson yaitu Beni Zairalatah SH MH dan an Afrizal SH MH.

Polisi mempersangkakan Dabson dengan dua pasal KUHP, yakni melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 160 KUHP tentang penghasutan yang berdampak pada perbuatan pidana lainnya kemudian pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan yang secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan sesuatu dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan.

"Saat ini tim penyidik Polres Kampar masih melakukan pemeriksaan terhadap saudara Dabson atas dugaan tindak pidana yang dilakukannya ini. Kami berharap agar yang bersangkutan bisa koperatif dalam pemeriksaan ini supaya proses ini cepat selesai," ucap Kapolres.

Ia menekankan bahwa dalam Negara negara hukum setiap warga negara wajib tunduk terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Kami sangat menyayangkan adanya informasi yang berkembang menyatakan proses penangkapan yang tidak prosedural, padahal informasi tersebut tidak bisa dipertanggungkan dan berisi ajakan yang provokatif," sesalnya.

Ia minta masyarakat untuk tidak terprovokasi melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum, dan dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan ini. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook