Waka DPRD Minta Penyidik Berikan Penangguhan Penahanan

Warga Desa Koto Aman Masih Bertahan di Depan Polres Kampar

Minggu, 02 Juni 2019 - 23:20 WIB   [287 Klik]
Reporter : Aulia MH
Redaktur : Oce E Satria

Warga Desa Koto Aman Masih Bertahan di Depan Polres Kampar


KORANMX.COM, KAMPAR -- Belasan warga  Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar hingga Ahad (2/6/2019) tengah malam terlihat masih bertahan di depan Mapolres Kampar. Mereka nenuntut pembebasan Dabson, aktivis yang ditahan sejak Jumat (31/5/2019) lalu.

Dabson dikenal sebagai mahasiswa yang aktif menyuarakan keadilan untuk warga Desa Koto Aman sekaitan dengan sengketa lahan dengan PT Sekar Bumi Alam Lestasri (PT SBAL).
Warga Desa Koto Aman diketahui sudah berbulan-bulan gencar menyuarakan lahan mereka yang ada di dalam lokasi HGU PT SBAL.

Menanggapi persoalan tersebut,  Wakil Ketua DPRD Kampar, Sunardi mengaku sangat prihatin. Sebab sampai sekarang pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar, terlihat tidak serius dalam memperjuangkan nasib rakyat.

"Harusnya kalau sudah berbulan-bulan begini aksi masyarakat, pemerintah harus mempertimbangkan juga perjuangan masyarakat Desa Koto Aman. Karena tentunya tuntutan mereka bisa jadi benar, mengenai lahan mereka yang berada di dalam HGU PT. SBAL. Jadi harus menjadi perhatian penting ini bagi pemerintah," ucapnya kepada Koranmx.com, Ahad (2/6/2019).

Sunardi yang juga politisi Partai Demokrat Kampar ini, berharap pihak kepolisian dapat memberikan penangguhan penahanan terhadap warga yang ditahan sekarang. Karena menurutnya, kalau dilihat dari masalahnya tidak terlalu penting sekali untuk ditahan.

"Yang penting saat diperlukan diperiksa dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian  yang bersangkutan datang. Jadi mohon dipertimbangkan harapan masyarakat," ungkapnya.

BERITA TERKAIT:

Aktivis Ditangkap, Ratusan Warga Koto Aman Datangi Polres Kampar

Kapolres Kampar: Aktivis Dabson Ditangkao dengan Dua Pasal KUHP

Sunardi juga berharap di bulan  Ramadan ini, harusnya semua bisa bersikap arif dan bijaksana. Karena berapa hari lagi Lebaran Idulfitri, tentu mereka akan berkumpul sama keluarganya. "Jadi saya meminta kebijaksanaan saja kepada pimpinan kepolisian dapat mempertimbangkan. Agar warga bisa pulang dan berkumpul sama keluarganya,"  katanya.


Bupati Kampar Kok Tidak Perduli?

Sunardi juga heran dengan sikap Pemkab Kampar, khususnya Bupati Kampar Catur Sugeng  yang tak terlihat responnya padahal warga sudah berapa bulan melakukan aksi dan bahkan sekarang bermalam di depan Polres Kampar.

"Harusnya saat seperti ini Bupati Kampar, hadir menemui warganya dan membicarakan ini kepada pihak kepolisian untuk solusi yang terbaik," cetusnya.

Ia beralasan,  hal seperti ini bukan hanya menjadi tanggungjawab dari pihak kepolisian, namun kepala daerah harus memikirkan mereka yang sudah terlalu lama aksi tidur di pinggir jalan. "Mulai dari Tapung Hilir, Pekanbaru dan sekarang di Polres Kampar bermalam. Jadi berikan perhatian bagi mereka yang berjuang," ucapnya.

Bahkan kalau perlu mengenai kesehatan mereka juga harus di-cek. Karena sudah terlalu lama mereka tidur posko yang mereka dirikan di pinggir jalan. "Kesehatan dan makan mereka juga harus dilihat selama ini, jadi pemerintah jangan tutup mata," tegasnya.

Sunardi juga yakin tetang perjuangan warga ini ada yang tidak terbuka dan memfasilitasi mereka untuk menuntut hak mereka. "Jangan dibiarkan mereka seorang diri, itulah contoh pemerintah yang baik terhadap masyarakatnya," ujarnya.

"Kalau sekarang saya melihat, pemerintah melakukan  pembiaran. Bahkan bisa dibilang ada kesan pemerintah sengaja membiarkan mereka bosan, nanti akan bubar sendiri. "Jadi kalau itu menjadi pemikiran pemerintah, sama saja tidak bertanggungjawab," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan warga Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir, sejak Jumat (31/5/2019) Pukul 10.22 WIB  mendatangi Polres Kampar. Hal ini disebabkan dengan adanya penangkapan terhadap salah seorang aktivis bernama Dabson, yang ditangkap oleh Polres Kampar. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook