Anies Baswedan: Operasi Yustisi Mirip Apartheid

Senin, 03 Juni 2019 - 21:50 WIB   [93 Klik]
Redaktur : Oce E Satria

Anies Baswedan: Operasi Yustisi Mirip Apartheid

Anies Baswedan saat melepas mudik gratis 2019. [Foto:Sindonews]

KORANMX.COM, JAKARTA --  Kebijakan dan pandangan kontroversial terus dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Setelah membolehkan kembali takbir keliling, Anies juga meniadakan Operasi Yustisia bagi pendatang paska lebaran.

Anies punya alasan atas kebijakannya tersebut. Ia mengibaratkan Operasi Yustisi atau kependudukan, mirip konsep apartheid atau pemberian perlakuan yang tidak sama kepada masyarakat berdasarkan identitas bawaan mereka. Politik apartheid pernah dipraktekkan oleh rezim Afrika Selatan saat dikuasai kulit putih.

Dengan alasan itu, kata Anies, mendorong Pemerintah Provinsi DKI tidak akan menggelar Operasi Yustisi kepada warga pendatang di Jakarta usai Idulfitri sebagaimana di era Pemprov DKI sebelumnya selalu dilakukan

"Ingat masa apartheid dulu, mungkin dianggap normal, orang dibedakan berdasarkan warna kulit. Masa itu dianggap normal. Ada juga masa dulu, memilah orang berdasarkan KTP itu dianggap normal. Itu enggak normal!," tegas Anies usai meninjau pelayanan di Puskesmas Kalideres, Jakarta Barat, Senin (3/6/2019).

BACA JUGA:

36 Orang Terjaring Operasi Yustisi Tim Gabungan Pekanbaru

Anies berjanji, Pemprov DKI  tidak akan melakukan razia kependudukan. Ia menegaskan Pemprov DKI tidak akan sampai memeriksa KTP para pendatang di terminal-terminal layaknya pemeriksaan paspor di bandara internasional.
Tapi hanya akan meminta warga pendatang untuk melapor ke perangkat pemerintahan setempat. Hal itu merupakan prosedur lazim, juga tidak akan memberatkan para pendatang. "Warga silakan lapor kalau datang ke DKI," ujar Anies.

Menurut Anies, selama seseorang merupakan WNI, mereka bebas untuk datang hingga tinggal di Jakarta.

"Semuanya, warga negara Indonesia, berhak untuk bergerak ke mana saja selama mereka berada di wilayah Indonesia. Kan di Indonesia kalau bergerak enggak perlu paspor," tandas Anies. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook