Jasa Marga Klarifikasi Berita Medsos

Hoax: Struk Bukti Transaksi Tol untuk Klaim Asuransi 10 Juta

Sabtu, 08 Juni 2019 - 19:12 WIB   [210 Klik]
Redaktur : Oce E Satria

 Hoax: Struk Bukti Transaksi Tol untuk Klaim Asuransi 10 Juta


KORANMX.COM, JAKARTA -- Merespon informasi hoax yang hari ini beredar di media sosial, mengenai struk bukti transaksi tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengkonfirmasi bahwa hal-hal yang diinfokan dalam berita hoax tersebut, adalah tidak benar dan berpotensi membingungkan pengguna jalan tol.

Sebelumnya beredar kabar mengenai struk transaksi tol yang dapat dijadikan bukti untuk klaim asuransi kecelakaan di jalan tol adalah hoaks.

Corporate Communication Department Head Jasa Marga, Irra Susiyanti dalam keterangan tertulisnya yang diterima koranmx.com, Sabtu (8/6/2019) memastikan info di media sosial tersebut adalah hoax.

Ia menyebut adalah sebuah kesalahan informasi bahwa struk bukti transaksi tol adalah jaminan pengguna jalan berhak mendapat asuransi.

"Biaya tol yang dibayarkan pengguna jalan tol hanya untuk membayar jasa jalan tol, tidak dibebankan tambahan biaya premi asuransi. Sehingga tidak ada manfaat asuransi yang dapat diklaim oleh pengguna jalan tol, dengan menunjukkan struk bukti transaksi tol," terangnya.

Informasi ini beredar melalui aplikasi media sosial. Dalam tangkapan layar disebutkan, pengguna tol berhak mendapatkan asuransi senilai Rp10 juta serta berhak atas derek gratis.

Selain itu, informasi tersebut juga mengimbau para pengendara untuk menyimpan karcis tol yang diterima untuk dijadikan bukti.

Kesalahan  berikut kata Irra, adanya informasi bahwa struk bukti transaksi tol sebagai jaminan pengguna jalan berhak atas derek gratis.

Katanya, seluruh pengguna jalan tol berhak atas fasilitas yang diberikan oleh Jasa Marga, termasuk fasilitas derek gratis hingga pintu keluar terdekat, jika pengguna jalan tol mengalami masalah dengan kendaraannya. Fasilitas diberikan tanpa harus menunjukkan struk bukti transaksi tol.

"Jika pengguna jalan memiliki kebutuhan untuk diantar sesuai preferensi pengguna jalan, kami akan mengenakan tarif resmi yang info besarannya terdapat dalam setiap mobil derek yang kami operasikan.  Dan pembayaran yang dilakukan dilengkapi bukti pembayaran resmi (kuitansi)," ungkapnya.

Kepentingan adanya bukti transaksi tol, imbuh Irra, sebenarnya adalah sebagai bukti penelusuran informasi, jika terjadi hal-hal yang tidak diiinginkan saat di jalan tol, agar Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dapat menangani dengan baik dan cepat. Tentunya diperlukan bukti ruas jalan tol yang dilewati beserta waktunya, yang dapat diketahui dari struk bukti transaksi tol.

"Untuk itu kami menyarankan pengguna jalan mengetahui dengan baik ruas jalan di mana mereka berkendara dan mencatat dengan baik nomor call center BUJT," kata Irra.

Ia menyarankan agar pengguja jalan tol dapat memanfaatkan nomor call center Jasa Marga 14080 (24 jam).
"Bila ada kejadian darurat yang terjadi pada pengguna jalan tol di ruas yang kami operasikan, disarankan langsung menghubungi call center 14080 langsung pada saat kejadian. Nanti petugas akan datang ke lokasi untuk mengecek dan memverifikasi kondisi di lapangan dan serta melakukan tindak lanjut penanganan sesuai standar operasi yang telah ditetapkan," pungkasnya.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook