Dugaan Pelecehan Seksual

Eks Pincapem KCP BRI Aur Kuning Bukittinggi Ditetapkan Tersangka

Minggu, 09 Juni 2019 - 13:28 WIB   [512 Klik]
Redaktur : Raja Mirza

Eks Pincapem KCP BRI Aur Kuning Bukittinggi  Ditetapkan Tersangka

Tersangka DHN alias Dwi saat menjalani pemeriksaan (Foto Istimewa)

KORANMX.COM, PEKANBARU--Setelah menjalani proses penyelidikan, akhirnya Satreskrim Polres Bukittinggi menetapkan Eks Pincapem KCP BRI Aur Kuning Bukittinggi, Dwi Haryono Nugroho alias Dwi sebagai tersangka. Dalam perkara dugaan tindak pidana kejahatan terhadap kesopanan (Pelecehan seksual, red). 

Hal itu merupakan tindak lanjut dari laporan korban, Desy Puspita Sari dengan nomor LP/86/K/2019/SPKT Res Bukittinggi, 03 April 2019.

Kuasa Hukum pelapor, Dwi Setiarini SH mengatakan, penyidik Satreskrim Polres Bukittinggi telah menetapkan terlapor sebagai tersangka. "Alhamdulilah, penyidik telah menetapkan status Dwi dari terlapor menjadi tersangka," ucapnya saat ditemui koranmx.com Senin (3/6/2019) lalu. 

Penetapan tersangka lanjut Rini, ditandai dengan dikeluarkannya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang telah dikeluarkan oleh Satreskrim Polres Bukittinggi pada tanggal 29 Mei 2019 lalu. 

"Kita tinggal menunggu penyidik melengkapi berkas perkara tersangka untuk segera dilimpahkan ke Jaksa (P21,red)," ucapnya. 

Didampingi kuasa hukum korban lainnya, Ronald Reagen SH, wanita yang karib disapa Rini ini berharap agar perkara yang menimpa kliennya segera dapat diselesaikan dengan baik. "Kita doakan perkara ini cepat selesai dan mendapat hukuman yang seadil-adilnya," pungkas Rini. 

Sementara korban, Desy Puspita Sari mengaku sangat berterimakasih kepada pihak penyidik Polres Bukittinggi yang telah menindaklanjuti laporannya. "Saya ucapkan terimakasih kepada pihak berwajib dalam hal ini Satreskrim Polres Bukittinggi, kita hanya ingin pelaku mendapat sanksi hukum setimpal atas perbuatannya," kata Desy saat ditemui Senin (3/6/2019). 

Desy berharap dengan adanya tindakan hukum seperti ini dapat menjadi efek jera bagi pelaku agar kedepan tidak ada lagi karyawati yang diperlakukan sama seperti dirinya oleh pimpinan sendiri. 

"Ya harus ditindak, agar ada efek jera. Jangan sampai ada karyawati lain diperlakukan seperti saya oleh pimpinan sendiri," sambung Desy. 

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Andi M.A Mekuo SH SIK saat dikonfirmasi koranmx.com Ahad (9/6/2019) terkait status terlapor Dwi menjadi tersangka enggan memberikan komentar. 

"Kok bisa tahu?, Saya tidak pernah memberikan statemen," singkatnya. 

Saat ditanyakan kebenaran status Dwi menjadi tersangka, Andi hanya memberikan statemen singkat, "Sedang proses," ucapnya yang disampaikan melalui pesan elektronik. 

Diketahui, peristiwa memalukan tersebut terjadi sekitar tahun 2017. Saat korban masih berstatus sebagai karyawan pada bank plat merah yakni di KCP BRI Aur Kuning Bukittinggi. Terlapor yang saat itu menjadi atasan korban telah melakukan tindakan tak pantas terhadap korban yang notabene bawahannya dengan memegang dan mencolek pantat. (***) 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook