Tim BKSDA Giring Gajah Liar ke TNTN

Minggu, 16 Juni 2019 - 15:56 WIB   [18 Klik]

Tim BKSDA Giring  Gajah Liar ke TNTN

Kepala Satpol PP Inhu Boby Rachmat sempat turun ke lokasi gajah liar untuk melihat langsung proses penggiringan.

INHU—Tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I saat ini masih berupaya melakukan penggiringan terhadap enam ekor gajah di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Seperti yang diberitakan sebelumnya tim BKSDA membawa dua ekor gajah latih untuk melakukan penggiringan.

Kabid BKSDA Wilayah I Andri Hansen Siregar menjelaskan, enam ekor gajah itu akan digiring ke Taman Nasional Teso Nilo (TNTN).

Jarak yang harus ditempuh untuk sampai ke lokasi tersebut lebih dari 15 kilometer.

“Kalau ditarik garis lurus di peta, jaraknya 15 kilometer. Namun saat penggiringan biasanya berkelok-kelok jadi bisa lebih dari 15 kilometer,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk sampai ke kantong gajah, Andri memperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hari.

Saat ini enam ekor gajah tersebut berada di Kelurahan Batu Rijal, Kecamatan Peranap, Inhu.

Terhitung semenjak proses mitigasi, tim BKSDA sudah berada di Peranap selama sepekan ini.

Sementara itu, dua ekor gajah latih yang digunakan untuk penggiringan itu tiba di Inhu pada Kamis (13/6) kemarin.

Saat ini enam ekor gajah liar itu berada di lokasi perkebunan karet yang tidak terawat. Luasnya diperkirakan mencapai 10 meter.

Tim kesulitan menggiring gajah-gajah tersebut dari lokasi itu, karena di kebun karet tersebut terdapat kubangan sehingga cocok menjadi tempat beristirahat.

Selain itu, kebun karet tersebut dalam kondisi tidak terawat akibatnya dipenuhi semak belukar. Kondisi itu juga menyulitkan tim untuk menggiring gajah.

Kemudian aktifitas masyarakat di sekitar lokasi masih terus berlanjut, padahal tim sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan agar masyarakat tidak beraktifitas di sekitar lokasi itu.

“Kita imbau masyarakat agar menghindari lokasi gajah-gajah itu agar penggiringan bisa dilakukan,” ujarnya.

Kemudian, pada hari ini, Ahad (16/6), Tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) akhirnya berhasil menggiring gajah-gajah liar di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menuju kantong gajah di Taman Nasional Teso Nilo (TNTN).

Proses penggiringan dimulai semenjak Ahad (16/6) dini hari sekira pukul 02.00 WIB. Sebelumnya, tim BKSDA kesulitan menggiring gajah-gajah liar tersebut.

Pasalnya gajah-gajah liar yang berjumlah empat ekor bertahan di dalam kebun karet tua.

Semenjak Sabtu (15/6) kemarin, tim hanya bisa melakukan pemantauan keberadaan gajah karena hujan deras. Kemudian tim, mulai melakukan penghalauan pada pukul 13.00 WIB dengan menggunakan metode sergap halau dengan formasi baris.

“Formasi baris itu dilakukan dengan menempatkan dua gajah latih di tengah sedangkan petugas berada di sayap kiri sebanyak 12 orang dan sebanyak 30 orang di sayap kanan gajah latih,” papar Kabid BKSDA Wilayah I Andri Hansen Siregar, Ahad (16/6).

Tim BKSDA menggiring gajah liar dengan memggunakan penerangan dari mobil di tengah gelapnya malam.

Menurut Andri, formasi ini dilakukan dengan cara menyisir kebun karet tua yang tidak terawat secara bersamaan. “Formasi ini agak beresiko tinggi. Prosesi ini dilakukan selama kurang lebih selama 1 jam 20 menit. Gajah liar berhasil ditemukan oleh tim sayap kiri,” katanya.

Kemudian tim segera menyergap dan menghalau gajah liar, namun gajah berlari bergerak mengarah ke pemukiman padat.

Tim sayap kanan bergerak untuk segera menghalau sambil mengarahkan gajah liar pada jalur penghalauan.

“Saat itu gajah liar dengan cepatnya beberlok dengan mengambil celah di antara petugas sayap kiri, lalu kembali memasuki kebun karet tua hingga kami kehilangan jejak kembali,” ujarnya.

Tim mencoba lagi dengan cara yang sama hingga pukul 18.10 WIB, namun tidak membuahkan hasil.

Mencoba memancing gajah liar, tim menempatkan gajah latih ke sisi utara kebun karet tua.

Untuk memancing gajah liar mendekati gajah latih, tim memberikan bekal pakan yang banyak di sekitar gajah latih ditambatkan.

Sekira pukul 22.00 WIB tim memantau perkembangan keberadaan gajah liar yang sudah mendekati gajah latih, namun gajah liar masih berjumlah dua ekor saja yang mendekat.

Selanjutnya pada Ahad (16/6) pukul 02.20 dini hari, bersama masyarakat tim secara perlahan-lahan mulai bergerak menghalau dari sisi selatan posisi gajah liar yang telah berkumpul bersama gajah latih.

Selanjutnya gajah liar mulai bergerak ke arah utara menuju HTI PT RPI-TNTN. “Hingga saat ini kami sampaikan, tim masih dalam proses pengahalaun dan pemblokiran jalur gajah liar,” kata Andri. =Mx21



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook