PUPR Sebut Tak Bisa Tangani Drainase Sendiri

Minggu, 16 Juni 2019 - 13:31 WIB   [91 Klik]
Reporter : Ridho Fernandes
Redaktur : Oce E Satria

PUPR Sebut Tak Bisa Tangani Drainase Sendiri

Banjir juga melanda kawasan Jalan Sudirman Pekanbaru.

KORANMX.COM, PEKANBARU—Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru menyebut untuk normalisasi drainase tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas PUPR sendiri, namun juga harus melibatkan instansi terkait.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution kepada koranmx.com, Ahad (16/6) saat dikonfirmasi mengenai banyak keluhan warga penyebab banjir akibat drainase tidak berfungsi baik. Indra menyebut, bahwa dalam penanganan untuk menormalisasi drainase ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh PUPR, karena di atas drainase itu sendiri banyak bilangan ruko, maupun bangunan liar yang difungsikan masyarakat untuk berjualan, yang mengakibatkan aliran air tidak lancar pada drainase.

“Sehingga kita dari PUPR juga sedikit kesulitan dengan adanya bangunan-bangunan liar yang berdiri diatas drainase itu. Sebab pancang dari bangunan menancap ke dalam drainase, yang membuat sampah tersangkut, dan aliran air tidak lancar, karena tentunya menghambat kerja kita untuk menormalisasi drainase ini,” katanya.

Dalam hal ini kata Indra, juga ada kewenangan dari Satpol-PP dalam memberikan peringatan kepada pemilik bangunan liar yang berdiri di atas drainase itu. “Surat peringatan seharusnya kan juga dikeluarkan oleh Satpol-PP kepada pemilik bangunan liar itu, karena itu sudah menjadi tugas Satpol-PP sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda),” terangnya.

Indra menilai, peranan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru sendiri, juga turut andil dalam penanganan normalisasi drainase ini, karena DLHK-lah yang membersihkan sampah-sampah yang ada disana. “Kalau PUPR kan domainnya hanya supaya bagaimana arus air ini lancar, untuk itu perlunya penanganan bersama,” kilahnya.

Ditanya mengenai koordinasi yang sudah dilakukan PUPR dengan instansi lain, Indra juga mengakui, telah dua kali melakukan koordinasi dengan Satpol-PP, untuk segera mengeluarkan surat peringatan pembongkaran kepada pemilik bangunan liar yang berdiri di atas drainase. “Kalau Pol-PP telah mengeluarkan surat peringatan, dan para pemilik bangunan liar tidak segera membongkar dari batas waktu yang telah ditentukan, maka kita sendiri yang akan eksekusi langsung seperti yang telah kita lakukan disepanjang jalan Arifin Ahmad beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Namun pihaknya tetap terus akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait, dalam penanganan masalah banjir ini, salah satunya penanganan normalisasi drainase. “Mana yang menjadi kewenangan masing-masing akan kita lakukan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa pada saat hujan deras yang mengguyur kota Pekanbaru pada Selasa (11/6) malam kemarin, membuat sejumlah tempat di kecamatan Tampan Pekanbaru terendam banjir, dan banyak warga yang mengeluhkan penyebab banjir ini, akibat drainase saluran air tidak lancar dan berfungsi dengan baik.

Susanti (25) Salah seorang warga Jalan Garuda Sakti, mengeluhkan drainase yang berada tepat di depan tempat usaha nya tidak berfungsi baik, karena aliran dari drainase itu tidak lancar, sehingga air hanya tergenang disitu saja dan membuat tempat nya banjir. Susanti juga berharap agar pemerintah dapat merespon cepat permasalahan banjir ini, dan banjir dapat teratasi.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook