Diyakini Mampu Reduksi Racun Pada Produk Pangan

Tiga Mahasiswa Pertanian Unhas Teliti Manfaat Daun Tapak Kuda

Senin, 17 Juni 2019 - 13:02 WIB   [1013 Klik]
Redaktur : Oce E Satria

Tiga Mahasiswa Pertanian Unhas  Teliti Manfaat Daun Tapak Kuda


KORANMX.COM, MAKASSAR --
Tiga mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar menemukan manfaat daun tapak kuda (Latin: Ipomea pes-caprae) yang berpotensi sebagai antioksidan.

Potensi daun tapak kuda tersebut diteliti oleh tiga mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas), yang diketuai oleh Vietgar Membalik dengan dua anggota, Andi Khusnul Fatima Bahar dan Yoel William George.

Penelitian tersebut dilakukan di tiga laboratorium yakni Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian, Laboratorium Kimia Fisika FMIPA dan Laboratorium Karantina Pertanian Makassar.

Untuk pendanaan penelitian berjudul “REoXIN (Reducer of Aflatoxins): Aktivitas Antioksidan Ekstrak Ipomea pes-caprae terhadap Aflatoksin B1”  ini didukung oleh Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Penelitian.

“Aflatoksin diangkat menjadi objek penelitian karena racun tersebut sangat berbahaya karena dampaknya tidak hanya kepada kesehatan manusia dan hewan, namun juga mengakibatkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Wabah aflatoksikosis akibat makanan yang tercemar pernah dilaporkan terjadi di beberapa negara dan menyebabkan kematian sekitar 400 kasus," jelas Vietgar, ketua tim penelitian, Ahad (16/6/2019).

Daun tapak kuda merupakan salah satu potensi sumber daya alam di daerah Sulawesi Selatan (Sulsel) yang banyak dijumpai tumbuh di sekitar garis pantai, terutama pada lidah pasir. Daun ini belum banyak dieksplorasi padahal daun tersebut memiliki kandungan senyawa yang dipercaya mampu mereduksi racun pada produk pangan dan pakan.

Di Indonesia sendiri, beberapa peneliti pernah melakukan penelitian dan menemukan kandungan aflatoksin pada produk pangan sangat tinggi.  

"Di sisi lain, daun tapak kuda memiliki aktivitas antioksidan yang mampu mereduksi kandungan aflatoksin. Untuk itulah kami mengangkat penelitian dengan meneliti potensi daun tapak kuda tersebut,” lanjutnya.

Penelitian tersebut dilaksanakan dengan serangkaian proses meliputi pembuatan ekstrak daun tapak kuda, pembiakan dan transfer Aspergillus flavus, uji fitokimia dan antioksidan ekstrak, uji aflatoksin, sampai tahap analisis data.

Meraka berharap, penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan terutama bagi mahasiswa dalam mengeksplorasi bahan-bahan alami yang berpotensi dimanfaatkan, sehingga meminimalisir penggunaan bahan kimia berbahaya.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook