Terseret 200 Meter, Mobil Nyangkut di Parit

Selasa, 18 Juni 2019 - 16:16 WIB   [104 Klik]

Terseret 200 Meter, Mobil Nyangkut di Parit

Beberapa warga mengevakuasi mobil yang tersangkut karena terseret banjir.

HUJAN deras yang mengguyur Kota Pekanbaru, Selasa (18/6), membuat sejumlah daerah terendam banjir, hingga mengakibatkan malapetaka.

Seperti yang dialami mobil Toyota Terios BM 1081 NA milik Deni warga Quen 4, Srikandi, Kecamatan Tampan, sempat terseret arus yang menggenangi badan Jalan Srikandi.

Kemudian satu unit mobil Daihatsu Xenia BM 1479 JL milik Sigit warga Simpang Kualu, Gang Paris, juga sempat terseret air hujan.

Menurut warga, mobil Xenia itu, hampir dibawa jauh oleh arus air yang deras. Beruntung warga bisa menahan mobil dalam kondisi air setinggi dada orang dewasa.

Kapolsek Tampan AKP Juper Lumban Toruan mengatakan, ada tiga kejadian, Selasa (18/6) pagi. Di antaranya satu unit mobil Toyota Terios BM 1081 NA terseret arus deras di Jalan Srikandi sejauh 200 meter. Kemudian, satu unit sepeda motor dibawa arus.

‘’Ada tiga kejadian, pertama seorang IRT atas nama Yeni tewas terseret arus. Kemudian mobil Toyota Terios dan satu sepeda motor,’’ ungkap Juper.

Terkait kronologis Toyota Terios ini, Kapolsek Tampan, AKP Juper Lumban Toruan mengatakan, mobil tersebut terperosok setelah mencoba menerobos arus banjir yang cukup deras.

Menurut keterangan supirnya, musibah berawal saat mencoba mencari jalan alternatif untuk menghindari banjir di Jalan HR Soebrantas. Namun, ternyata air luapan banjir mengarah ke tempatnya lewat.

‘’Supir Terios mengaku tidak tahu, kalau air di situ dalam dan arusnya kuat. Ditambah kondisi jalannya di lokasi penurunan,’’ ujar Juper.

Dalam situasi panik mobil terseret arus, pengemudinya langsung melompat keluar melalui jendela mobil sampai hanyut sejauh 200 meter dari posisi mobilnya. ‘’Supir panik, dan membiarkan mobil nya hanyut dan akhirnya tersangkut di antara parit,’’ jelas Juper.

Kondisi supir itu sendiri, lanjut Juper tidak mengalami luka serius. Hanya luka lecet pada bagian siku tangannya. Sementara itu, untuk satu unit motor yang saat ini terseret air banjir.

Pihaknya sedang menunggu volume air surut. ‘’Untuk sepeda motor masih kita tunggu agar dapat dievakuasi, soalnya motor masih ada di dalam air banjir,’’ ungkapnya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook