Mau Antar Suami ke Bandara

Pengantin Baru Tewas Terseret Banjir

Selasa, 18 Juni 2019 - 16:38 WIB   [203 Klik]

Pengantin Baru Tewas Terseret Banjir

IM gabungan polisi dan Basarnas mengevakuasi korban yang tenggelam dalam parit pinggir Jalan Lobak, Kecamtan Tampan.

PEKANBARU--Jarum jam masih menujukkan pukul 05.30 WIB. Tak seperti biasa, Fitri sudah dibuat sibuk. Selasa (178/6) dinihari itu, tempat tinggalnya di Jalan Lobak, Kecamatan Tampan, Pekanbaru tergenang banjir.

Di tengah derasnya hujan, wanita 28 tahun yang sehari-hari sebagai pedagang nasi Padang itu mendengar suara teriakan anak kecil. Walau  sedang mati lampu, ia mencoba melihat ke luar rumahnya.

‘’Saya dengar seperti suara anak kecil berteriak dan tidak melihat ada yang jatuh ke parit, karena terhalang mobil yang lewat,’’ ujar Fitri saat ditemui Pekanbaru MX.

Curiga terjadi sesuatu, Fitri berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Ia yakin bahwa ada orang yang jatuh dalam parit yang sedang meluap.
‘’Tolong, ada anak-anak jatuh,’’ katanya.

Jeritan Fitri membuat warga sekitar berdatangan. Lalu mereka menuju ke arah suara tadi.

Ternyata benar, Fitri dan suaminya serta warga yang lain sempat melihat ada seorang pria terjun ke parit yang meluap. Sontak saja sekitar 10 orang berusaha menyelamatnya.

Sayang, upaya warga tidak membuahkan hasil. Pria yang diketahui bernama Anto itu terseret arus banjir. Pria 30 tahun tahun itu berhasil ditemukan sekitar 50 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).

‘’Saat itu ia tengah berpegangan di rerumputan yang ada dipinggir parit,’’ ujar Fitri.

Ternyata, Anto terjun ke parit yang meluap tersebut untuk menyelamatkan istrinya Yeni Rizki Purwati. Wanita 27 tahun itu tenggelam saat melintas di jalan yang tergenang banjir.

Menurut Fitri, tetangganya yang berjualan pulsa sempat berusaha  menolong pengantin baru tersebut. Namun, arus air sangat kuat hingga korban tenggelam.

‘’Hanya berjarak tiga meteran dari korban. Namun karena air deras, korban dengan cepat terseret air,’’ ceritanya.

Informasi yang didapat Fitri, sebelum terseret banjir, suami korban sempat melarang korban turun dari sepeda motor. Kala itu, mereka hendak mencoba melewati genangan air.

‘’Kerabatnya yang datang pada saat mengambil barang barang dan motor cerita, Anto sempat melarang istrinya turun dari motor pada saat ingin melintas di genangan air. Namun korban turun juga dari motor’’ kata Fitri.

Kabar tenggelamannya Yeni Rizki Purwati, cepat menyebar. Petugas Basarnas, polisi dan Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru langsung menuju lokasi guna melakukan pencarian.

Sekitar pukul 08.05 WIB, akhirnya korban ditemukan tim gabungan sekitar 2 kilometer dari TKP. Tepatnya dalam parit yang berada di Jalan Swadaya. Sayang, korban sudah tidak bernyawa lagi.

Jasad korban tersangkut di pagar tembok bangunan. Saat itu juga dievakuasi ke rumah sakit.

Tim gabungan sempat mengalami kesulitan melakukan pencarian korban, karena derasnya arus air. Hal ini diungkap oleh Rahmad, Komandan Regu Rescue Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru.

"Kendala pada saat pencarian korban karena derasnya arus air,’’ ujar Rahmad.

Terpisah, Kapolsek Tampan AKP Juper Lumban Toruan kepada Pekanbaru MX mengatakan, jenazah korban dimakamkan di kampung halamannya. Yakni, di Kabupaten Rohul.

"Jenazah korban dibawa pihak keluarga ke Rohul untuk dimakamkan,’’ ujar Kapolsek.

Menurut keterangan saksi, sebut Juper, kejadian tersebut murni kecelakaan dan tidak ada unsur kriminal. Warga yang berada di titik hanyut korban mengatakan bahwa banjir kali ini merupakan banjir yang paling parah.

Kepala Kantor Basarnas Pekanbaru Amiruddin mengatakan, informasi yang diterimanya korban merupakan pengantin baru. ''Korban teryata pengantin baru,'' kata Amiruddin.

Korban merupakan warga Suka Karya, Kecamatan Tampan. Pagi itu, ia pergi mengantar suaminya Anto ke Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

‘’Korban meninggal dunia akibat terseret arus di parit besar di daerah Simpang Ardat, tepatnya di Jalan Lobak, Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Tadi suaminya sempat mencoba menolong, namun karena arus deras sehingga pegangannya lepas,'' ungkapnya. ***

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook