Kok Cuma Hotel Kecil yang Disegel

Kamis, 04 Juli 2019 - 17:02 WIB   [63 Klik]

Kok Cuma Hotel Kecil yang Disegel


PEKANBARU—Anggota DPRD Kota Pekanbaru Ida Yulita Susanti mengaku kaget dengan adanya penyegelan MBC Hotel yang beroperasi tanpa izin, di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru.

Sebab, selama 4,5 tahun dia duduk di Komisi I yang membidangi perizinan, Ida mengetahui data-data tempat usaha yang tidak memiliki izin di Pekanbaru sangat banyak. ‘’Ada apa, kok cuma hotel kecil ini yang disegel,’’ kata Ida Yulita saat dikonfirmasi, Rabu (3/7).

Ditegaskan Ida, memang seluruh tempat usaha di Kota Pekanbaru seharusnya melengkapi perizinan sebelum beroperasi karena perizinan itu wajib dan mutlak. Ketika tidak berizin maka wajib ditertibkan, karena tempat usaha yang tidak memiliki izin akan merugikan PAD.

‘’Namun masalahnya, kalau persoalan perizinan kita berbicarakan saat ini basi, karena memang di Kota Pekanbaru ini banyak sekali yang tidak punya izin. Tidak hanya itu, kalau hanya 1 yang ditindak yang lain tidak ditindak kan jadi pertanyaan juga, ada apa,’’ tanya Politisi Golkar ini.

Ditanyakan tempat usaha mana saja yang tidak punya izin, Ida belum bersedia membeberkan. ‘’Gatal pula tangannya nanti,’’ kata Ida.

Ida Yulita yang baru 2 bulan pindah ke Komisi 3, sebelumnya 4,5 tahun duduk di Komisi I bidang hukum dan perizinan, sejak duduk sebagai anggota DPRD Kota Pekanbaru periode 2014-2019. Jadi, tahu persis kondisi perizinan di Kota Pekanbaru.

‘’Hotel, restoran, perusahaan lainnya banyak (tidak ada izin), kalau mau disidak sekarang ini banyak, makanya jadi pertanyaan juga kok hanya satu saja yang disegel, yang lain kenapa tidak,’’ tegas Ida.

Ida menduga penyegelan MBC Hotel dilatarbelakangi kepentingan oknum. ‘’Ada kepentingan mereka tak tau juga lah, tapi yang penting persoalan anggota dewan menjadi pengurus di sana boleh-boleh saja, kan hotel swasta, kalau direksi di perusahaan plat merah memang tak boleh, diatur kode etik,’’ tuturnya.

Disinggung mengenai penyegelan ini awal yang baik untuk tindakan penyegelan tempat usaha lainnya yang tidak berizin kedepannya, Ida tidak yakin hal itu. ‘’Ndak ada itu, kita kan sudah pengalaman, jelas kita sampaikan ini tak berizin tidak di-follow-up, didiamkan saja, kita tak punya kewenangan eksekutor, kewenangan eksekutor mereka,’’ sebut Ida lagi.

Kagetnya lagi Ida akan informasi penyegelan ini, sebab selama 4,5 tahun duduk di Komisi I dia belum pernah mendengar adanya tempat usaha yang disegel Satpol PP, baru kali ini Satpol PP melakukan penyegelan terhadap hotel yang tidak ada izin.

‘’Itu karena ada pula anggota dewan di dalam, coba ndak ada, mungkin ndak juga tuh, ini ada kepentingan lain. Intinya saya tidak yakin 100 persen hotel itu disegel karena tidak ada izin, itu bisa kita buktikan, kalau kita berbicara izin, banyak yang tidak ada izin yang hari ini masih berdiri dan beroperasi, kalau kita mau berbicara soal penegakan perda,’’ tegas Ida.

‘’Saya bisa buktikan karena 4,5 tahun di DPRD Komisi I, kenapa yang satu ini berani Satpol PP segel yang lain kenapa tidak, saya pertanyakan yang lain kenapa didiamkan, bahkan sudah dipanggil hearing bolak balik gak juga ada tidak lanjut, mati izin dibiarkan saja, hotel besar-besar lagi dibiarkan saja, sudah berapa kali kita sidak dulu tak ada yang bisa melihatkan izin, tak ada ditindak sampai kita panggil hearing tak juga mereka bisa menunjukkan izin,’’ terang Ida menceritakan.

Seperti diketahui, DNA Fun Zone dan MBC Hotel Pekanbaru akhirnya disegel Satpol PP, Selasa (2/7).

Satpol PP melakukan penyegelan terhadap hotel yang beralamat di Jalan Tuanku Tambusai itu sekitar pukul 17.00 WIB. Penutupan Hotel MBC dilakukan Satpol PP Pekanbaru dipimpin Kasat Pol PP Agus Pramono. Satpol PP menyegel pintu masuk parkir Hotel MBC. =MX11



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook