Dugaan Korupsi di BRK, PT Askrindo Ikut Terseret

Jumat, 05 Juli 2019 - 15:43 WIB   [264 Klik]

Dugaan Korupsi di BRK, PT Askrindo Ikut Terseret


PEKANBARU—Penyelidikan dugaan korupsi di Bank Riau Kepri (BRK) Cabang Pangkalan Kerinci menyeret nama PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo (Tbk).

Perusahaan asuransi itu merupakan pihak penanggung kepada bank, atas risiko kegagalan PT Dona Warisman Bersaudara selaku debitur dalam melunasi fasilitas kreditnya.

Terseretnya nama PT Askrindo itu diketahui setelah Kepala Cabang (Kacab) PT Askrindo Pangkalan Kerinci Ruski Sanjaya menyambangi kantor sementara Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis (4/7).

Kedatangannya untuk diklarifikasi terkait dugaan korupsi pemberian kredit kepada PT Dona Warisman Bersaudara pada tahun 2017 lalu.

Saat itu, Riski datang tidak sendiri. Riski mendatangi kantor Kejati Riau bersama seorang rekannya. Namun yang diklarifikasi jaksa hanya dia seorang.

Dari informasi yang dihimpun, proses klarifikasi dimulai sejak pukul 10.00 WIB, dan sempat istirahat sejenak pada pukul 12.00 WIB. Lalu, pada pukul 13.00 WIB, proses permintaan keterangan itu dilanjutkan hingga pukul 15.30 WIB.

Usai diklarifikasi, Riski memberikan keterangan saat ditemui awak media. Menurut dia, kedatangannya itu dalam rangka pengumpulan data yang dilakukan Korps Adhyaksa Riau itu. “Agendanya cuma pengumpulan data sama mencari informasi saja,” ucapnya.

Dia kemudian menjelaskan, posisi PT Askrindo dalam hal pemberian kredit kepada PT Dona Warisman Bersaudara oleh BRK Cabang Pangkalan Kerinci, sebagai perusahaan penjamin kredit.

“Penjaminan kredit ini sudah sesuai atau belum? Sesuainya ini berdasarkan dari SOP-nya Askrindonya itu sendiri, ataupun undang-undang asuransi atau segala macamnya,” beber Riski menerangkan soal materi pertanyaan jaksa kepada dirinya.

“Itu aja sih. Intinya, sudah sesuai atau belum? Sesuai koridor SOP Askrindo, belum?” sambungnya.

Saat ditanya apakah penjaminan kredit itu sudah sesuai ketentuan atau belum, dia pun memberikan jawaban.

“Kalau data segala macam sih sudah sesuai. Karena kan sebenarnya sejatinya hanya untuk menjamin dari tertanggungnya. Itu (tertanggung) adalah BRK Cabang Pangkalan Kerinci. Bukan dari PT Dona Warisman. Karena PT Dona Warisman itu adalah pihak ketiganya yang kita jamin,” jelas dia.

Selain itu, sebut Riski, dirinya mengaku juga mendapat banyak pertanyaan dari jaksa. Namun hal yang dianggap penting itu terkait persyaratan penjaminan kredit

“Pertanyaan sih banyak. Yang penting, palingan tentang kontrak kerja, lalu surat permohonan dari PT Dona Warisman. Itu sudah komplet atau belum. Semua perkara data lah, basic on data,” sebutnya.

Terpisah, Kepala Saksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Riau Muspidauan membenarkan adanya proses klarifikasi terhadap pihak PT Askrindo. Menurutnya, upaya itu dilakukan dalam rangka penyelidikan perkara yang tengah ditangani.

“Semua yang diduga mengetahui, akan diundang dan diklarifikasi. Ini untuk mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket),” ujar Muspidauan.

Jika rampung, maka tim penyelidik akan melakukan gelar perkara untuk memastikan kelanjutan penanganannya. “Jika ditemukan adanya peristiwa pidana, akan ditingkatkan ke tahap penyidikan,” pungkas dia.

Sebelumnya, proses klarifikasi telah dilakukan terhadap Faizal Syamri. Sudah dua kali Pimpinan Cabang (Pimcab) BRK Cabang Pangkalan Kerinci itu mendatangi kantor sementara Kejati Riau Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru.

Hal yang sama juga berlaku terhadap dua orang bawahannya. Yaitu, Ahmadi Syamsul selaku Pimpinan Seksi (Pimsi) Operasional dan Pelayanan Nasabah, dan Sasnobon selaku Pimsi Pemasaran.

Tidak sampai di situ, terlihat M Abdillah, pria yang diketahui merupakan Admin Kredit di BRK Cabang Pangkalan Kerinci, juga sudah diklarifikasi.

Dalam penyelidikan perkara ini, proses klarifikasi juga telah dilakukan terhadap Reni Mayoni. Wanita berhijab itu merupakan seorang notaris.

Tidak hanya itu, proses klarifikasi juga dilakukan terhadap beberapa pegawai BRK lainnya. Seperti Yuriko Pratama dan Yanumar, masing-masing selaku Analis Kredit di BRK Cabang Pangkalan Kerinci.

Nama-nama di atas dimintai keterangan terkait penyelidikan dugaan korupsi pemberian kredit kepada PT Dona Warisman Bersaudara pada tahun 2017.

Diduga ada kesalahan prosedur dalam pemberian kredit yang diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar. Belakangan diketahui kredit itu macet. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook