Diduga Cemari Sungai

Masyarakat Kepenuhan Tuntut PT SJI Coy

Jumat, 05 Juli 2019 - 16:15 WIB   [69 Klik]

Masyarakat Kepenuhan Tuntut PT SJI Coy

mediasi masyarakat dengan PT SJI Coy terkait limbah.

ROHUL--Masyarakat dua desa di Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menuntut menejemen Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sumber Jaya Indahnusa (PT SJI) Coy. Tuntutan kepada perusahan pengolah kelapa sawit ini lantaran pihak perusahaan diduga telah membuang limbah ke Sungai Bakong yang mengaliri dua desa yakni, Desa Ulak Patian dan Desa Rantau Binuang Sakti.

Dugaan pencemaran sungai itu terjadi pada awal Juni 2019 lalu, yang menyebabkan ratusan ikan mati dan mengapung di aliran sungai bakong itu. Sehingg masyarakat terkena dampaknya, merasa dirugikan.

Namun, ketika dimediasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohul, Rabu (3/7) kemarin, pihak PT SJI Coy bersedia merealisasikan tuntutan masyarakat. Salah satu tuntutan masyarakat adalah Perusahaan wajib memberikan Tanggungjawab Sosial Perusahaan (TJSP) setiap tahun.

Kepala DLH Rohul Drs Hen Irpan MSi melalui Kabid Penataan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup DLH Rohul Muzayyinul Arifin ST MSi mengatakan, berdasarkan laporan hasil pengujian sampel di Laboratorium DLH Rohul, menunjukkan 6 parameter yang diuji memenuhi baku mutu.

Menurut Muzayyinul, dugaan pencemaran limbah di aliran sungai seperti harus jadi pelajaran bagi masyarakat, sehingga ke depannya segera melaporkan bila terjadi pencemaran lingkungan di daerahnya.

“Jika ada terjadi pencemaran lingkungan berdasarkan laporan masyarakat, sesuai dengan SOP, kami akan turun segera ke lokasi menindaklanjutinya,” kata Muzayyinul.

Masih di tempat sama, LPMD Rantau Binuang Sakti Andi Putra S.Sos, M.Si, MM, mengatakan warga tidak mempertanyakan hasil Laboratorium DLH Rohuk, karena sampel diambil DLH Rokan Hulu baru diambil seminggu setelah kejadian.

“Kami mengakui hasil Lab DLH Rohul, tentunya kami bertanya-tanya terkait sampel yang digunakan. Pasalnya saat peristiwa terjadi kami berada di lokasi, kejadiannya 4 Juni 2019, sementara sampel diambil pada tanggal 13 Juli 2019,” ungkap Andi.

Ia menambahkan atas kerugian dirasakan masyarakat saat limbah mencemari lingkungan sangat terasa di Sungai Bakong, Desa Rantau Binuang Sakti yang sehari-hari dimanfaatkan masyarakat untuk mencari ikan.

Sementara, Kepala Tata Usaha (KTU) PT SJI Coy Jojor Ito Pakpahan mengaku sudah melaksanakan beberaoa rekomendasi dari Tim Verifikasi DLH Rohul.

“Rekomendasi itu diantaranya memompakan air lindi dari bak penampungan, mengelola tumpukan tangkos, memperbaiki pompa bak penampungan ke kolam IPAL, dan membersihkan parit kebun yang masih mengandung limbah,” ungkapnya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook