GAMK Demo di Kejati

GAMK Tuding Bupati Kuansing Terima Gratifikasi Rp2 Miliar

Jumat, 05 Juli 2019 - 16:57 WIB   [106 Klik]

GAMK Tuding Bupati Kuansing Terima Gratifikasi Rp2 Miliar

Fanny Massa GAMK melakukan aksi demo di Kejati Riau terkait dugaan gratifikasi Bupati Kuansing senilai Rp2 miliar, Jumat (5/7).

PEKANBARU--Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Gerakan Anak Muda Kuansing (GAMK) menggelar aksi demo depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau sementara di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru, Jumat (5/7) siang. Mereka meminta penegak hukum agar mengusut orang nomor satu di Kabupaten Kuansing, H Mursini. Kasusnya dugaan gratifikasi.

Dugaan korupsi yang dimaksud yakni, program jaringan desa oleh Pemerintah Kabupaten Kuansing yang bekerja sama dengan perusahaan Icon+ pada 4 Juli 2017. Yang mana penandatangan kontrak di SMA Pintar Kuansing.

“Bupati Kuansing H Mursini terindikasi melakukan gratifikasi uang senilai Rp2 miliar. Maka dari itu, kami GAMK meminta kepada pihak Kejati Riau untuk melakukan pemeriksaan terhadap H Mursini,” ucap Robby, Koordinator Umum GAMK dalam orasinya.

Dengan menggunakan pengeras suara, Robby menerangkan bahwa pihaknya telah mendapat data dalam kegiatan program jaringan desa tersebut. Dalam kegiatan itu, dikatakannya setiap desa harus membayar Rp30 juta.

“Tidak hanya itu, Bupati dan Kadis (Kepala Dinas) PMD juga mengintervensi kepala desa untuk mengikuti program tersebut. Jika tidak, maka tidak dikeluarkan dana desanya. Setiap desa juga diminta uang sebesar Rp3 juta per bulan untuk biaya internet. Ada 219 desa,” terangnya.

“Maka dari itu, periksa juga semua kepala desa di Kabupaten Kuansing agar kasus ini menjadi terang. Periksa juga Kadis PMD itu,” sambungnya.

Mendengar hal tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Riau, Muspidauan SH MH menanggapi pendemo dengan santai. Dirinya meminta kepada GAMK agar memberikan data yang akurat dalam dugaan korupsi tersebut.

“Terima kasih rekan-rekan GAMK sudah menyampaikan informasi ini ke kami. Dalam melakukan pengusutan, kita perlu data yang akurat. Semua yang kita duga harus dilengkapi dengan bukti-bukti. Maka dari itu, informasi ini akan kami koordinasikan dengan Kejari Kuansing. Untuk sementara, tuntutan ini kami tampung sambil koordinasi dengan Kejari Kuansing,” ucapnya.

Penjelasan yang disampaikan perwakilan Kejati Riau, dapat dimaklumi GAMK. Robby pun berjanji akan melakukan demo kembali jika Kejati Riau tidak memberikan kepastian hukum dalam dugaan korupsi tersebut.

“Jika tidak ada perkembangan, kami akan turun kembali pak. Terima kasih menyempatkan waktunya untuk kami pak,” tutup sambil membubarkan diri dengan tertib.

Terkait tuduhan itu, Pekanbaru MX mencoba mengkonfirmasi langsung kepada Bupati Kuansing H Mursini melalui telepon selulernya 0821-7298-xxxx. Namun, nomor telepon tersebut sedang berada di luar jaringan. Begitu juga saat di SMS, belum ada balasan. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook