Syamsuar dan Edy Natar Nasution Resmi Sandang Gelar Adat dari LAM Riau

Sabtu, 06 Juli 2019 - 11:02 WIB   [131 Klik]
Redaktur : Oce E Satria

Syamsuar dan Edy Natar Nasution Resmi Sandang Gelar Adat dari LAM Riau

Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi bersama Wakil Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution menerima gelar adat di Balai Adat Melayu Riau, Pekanbaru, Sabtu (6/7/2019)

KORANMX.COM, PEKANBARU -- Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar se­cara resmi  men­da­patkan gelar Datuk Sri Setia Amanah Masyarakat Adat Me­layu Riau oleh Lem­baga Adat Melayu (LAM) Riau, Sabtu, (6/7/2019). Sementara Wagubri, Edy Natar Nasution, memangku gelar Da­tuk Sri Timbalan Setia Amanah.

Kedua pemimpin Riau tersebut berangkat dari rumah dinas didampingi istri masing-masing. Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution dan istri, Suti Mulyati datang lebih awal di Balai Adat LAM Riau di Jalan Diponegoro, Pekanbaru. Disusul kemudian Syamsuar dan istri, Misnarni Syamsuar. Mereka diarak layaknya raja dan permaisuri. Kompang dan para tetua adat LAM Riau mengiringi arak-arakan menuju ruang Tenas Effendi di Balai Adat LAM Riau. Di ruang inilah kedua pemenang Pilkada Riau 2018 tersebut menjalani prosesi penabalan gelar adat.

Prosesi penabalan gelar adat ini nanti ditandai dengan pemasangan selempang, ke­ris dan tanjak dan di­lan­jutkan dengan pro­sesi tepung ta­war.

Sebelumnya Ketua Umum MKA Riau, Datuk Al Azhar membacakan warkah LAM Riau. Warkah adalah dokumen resmi yang dikeluarkan LAM Riau berisi petuah amanah.

"Pemberian gelar adat ini sudah melalui musyawarah mejelis kerapatan adat. Sehingga tuan Syamsuar dan Edy Natar berhak menyandang gelar adat LAM Riau selama masa jabatan sebagai Gubernur dan Wagub Riau," ungkap Al Azhar.

BERITA TERKAIT:

LAM Riau: Kemelayuan Syamsuar dan Edy Natar Tak Perlu Diuji

Kepala Dinas Ke­bu­da­yaan Riau, Yose­rizal Zein, yang juga menjabat sebagai Ma­jelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau me­nga­ta­­kan, pemberian gelar adat kepada Gubri dan Wagubri ini sudah melalui pertim­bangan yang panjang. Sehingga saat pihak LAM sudah menilai perlu untuk melakukan penabalan gelar adat tersebut kepada pa­sangan kepala daerah di Riau ini.

"Gelar ini melekat pada ja­batan, jadi kalau misalnya nanti Pak Syamsuar dan Pak Edi tidak lagi menjabat sebagai gu­bernur dan wakil wubernur maka gelar ini pun akan gugur," ujarnya.***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook