Duda Bantai Teman Kerja Hingga Tewas, Lalu Disodomi

Minggu, 07 Juli 2019 - 11:14 WIB   [793 Klik]
Reporter : M Said
Redaktur : Oce E Satria

Duda Bantai Teman Kerja Hingga Tewas, Lalu Disodomi

Proses evakuasi korban oleh petugas kepolisian dibantu warga setempat. [Foto: M Said/MX]

KORANMX.COM, BUNUT—Sadis! Seorang duda berinisial AM (45) warga pendatang asal Inhil yang tinggal di Gang Ambisi, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan membantai teman kerjanya Junjung Siregar (23) hingga tewas.

Aksi pembunuhan itu dipicu, karena korban menolak ajakan pelaku untuk berhubungan badan sesama jenis. Namun setelah korban tewas dibantai lalu disodomi, pelaku kemudian menguburnya di belakang rumah warga di desa Petani, dusun Betung Satu, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan.

Pembunuhan terbongkar, setelah pemilik rumah Nur Arifin, pulang dari Sorek,Kecamatan Pangkalan Kuras, Jumat (5/7/2019) lalu menemukan ada gundukan tanah di belakang rumahnya. Karena curiga dengan bekas timbunan tanah, mencoba untuk menggalinya. Tapi alangkah kaget, ketika digali ditemukan ada sesosok mayat manusia dalam posisi telungkup. Kemudian Nur bergegas memberitahukan warga sekitar dan dilanjutkan menghubungi pihak kepolisian atas penemuan mayat tersebut.

Mendapat laporan ada penemuan mayat yang dikubur tidak wajar di belakang rumah warga, aparat kepolisian dari Polsek Bunut dipimpin Kapolsek AKP Benhardi dan Reskrim Polres Pelalawan turun ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Saat dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Riau, awalnya sosok mayat pria yang kondisi bugil itu tidak ada warga yang mengenali. Tetapi setelah dilakukan olah TKP dan ditelusuri ternyata korban bernama Junjung Siregar.

Korban yang merupakan warga asal Prin Trans Sosa VI, Kecamatan Huta Raja Tinggi,Kabupaten Padang Lawas, Sumatra Utara itu diketahui baru beberapa hari di Bunut, bekerja sebagai buruh bangunan yang tinggal bersama keluarganya di Gang Ambisi, Pangkalan Kerinci.

Setelah mengantongi identitas korban yang tewas dibunuh dengan kondisi dua luka tusukan di dada dan bekas hantaman benda tumpul di bagian leher, Tim gabungan Polsek Bunut bersama Satreskrim Polres Pelalawan dipimpin Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian menyelidiki pelakunya.

Berkat kerja keras tim gabungan, pelaku akhirnya ditangkap sekitar pukul 17.00 WIB di Gang Ambisi, Kecamatan Pangkalan Kerinci. Tanpa perlawanan berarti AM yang merupakan teman kerja korban sebagai buruh bangunan diamankan dan digiring ke Mapolres Pelalawan.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku yang juga mantan napi kasus kasus pembunuhan di Tembilahan, Kabupaten Inhil itu mengaku telah menghabisi nyawa korban, Rabu (3/7/2019) pagi silam. Pemicunya, aku AM, setelah korban menolak melakukan hubungan badan.

Pelaku yang telah tersulut emosi, karena ajakan untuk melakukan hubungan sesama jenis ditolak korban, langsung memukul punggung korban yang baru selesai mandi dengan mengunakan balok. Setelah tersungur, lalu pelaku mengambil pisau di dapur dan menikam secara bertubi-tubi hingga tewas.

Tragisnya, pelaku justru melampiaskan napsu bejatnya dengan menyodomi korban dalam kondisi hanya mengenakan kain sarung usai mandi yang telah tewas dibantai.. Sementara situasi rumah yang sepi membuat leluasa melakukan aksinya. Rumah warga tersebut dibangun oleh pelaku bersama korban.

Untuk menghilangkan jejak, pelaku kemudian mengubur korban yang telah tewas di belakang rumah warga yang sedang mereka bangun tersebut. Selanjutnya pelaku kembali ke rumah kontrakannya di Gang Ambisi, Pangkalan Kerinci.

Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan, ketika dikonfirmasi Koranmx.com, Sabtu (6/7/2019) kemarin membenarkan adanya kasus pembunuhan tersebut dan pelaku telah berhasil ditangkap, serta menyita barang bukti, kayu balok, pisau yang digunakan membunuh serta KTP milik korban.

''Hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan itu korban menolak melakukan hubungan badan. Setelah diduga pelaku suka sesama jenis. Serta korban setelah tewas sempat di sodomi pelaku,'' ujar Kapolres Pelalawan.

Ditambahkan Kapolres, bahwa pelaku yang merupakan residivis kasus pembunuhan di Tembilahan itu masih menjalani pemeriksaan intensif. Sementara jenazah korban yang telah dilakukan otopsi di RS Bhayangkara Polda Riau telah dijemput keluarga untuk dikebumikan di kampung halamannya. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook