Sistem Zonasi, DPRD Minta Kebijakan Pemerintah

Senin, 08 Juli 2019 - 15:28 WIB   [15 Klik]

Sistem Zonasi, DPRD Minta Kebijakan Pemerintah


PEKANBARU—Hiruk pikuk penerimaan siswa baru dirasakan masyarakat. Terlebih dengan adanya sistem zonasi. Bagi yang tidak beruntung dengan adanya sistem zonasi ini tentu akan merasa kesulitan, untuk mencari sekolah lain.

Oleh karena itu, kalangan DPRD Kota Pekanbaru menilai penting adanya kebijakan pemerintah Kota Pekanbaru agar masyarakat tidak merasakan kesusahan.

‘’Sebenarnya zonasi ini bagus. Namun harus diimbangi dengan sarana dan prasarana yang lengkap. Seperti banyaknya ruang kelas yang dapat menampung siswa siswa tempatan. Seperti di Rumbai Pesisir, SD sebanyak 40 lebih sekolah, sementara SMP hanya 4 di wilayah itu,’’ jelas anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Aidil Amri.

‘’Timbul permasalahan zonasi ke sekolah masuk namun meternya kurang. Jadi karena hal inilah perlu kebijakan pemerintah Kota Pekanbaru agar anak-anak bisa bersekolah dan zonasi betul-betul tepat sasaran,’’ tambah Amri.

Aidil menceritakan di wilayahnya yakni di Kelurahan Meranti Pandak, tidak memiliki sekolah yang masuk dalam zonasi. Tentu hal ini menjadi masalah besar bagi warga sekitar.

‘’Di Meranti Pandak itu, zonasinya tidak masuk, lalu mau sekolah dimana anak-anak di wilayah tersebut. Tidak ada sekolah di sekitar situ. Mau sekolah mana? Jadi karena hal ini kita butuh kebijakan Pemko Pekanbaru,’’ ungkapnya.

‘’Apalagi sekarang ini banyak masyarakat mengadu ke Komisi III. Ditambah lagi surat domisili. Seperti dia tinggal di Kota Pekanbaru lalu buat surat domisili agar diterima di sekolah, ini ada apa? Contohnya tinggal di Rumbai lalu disuruh buat surat domisili di sekitar sekolah yang ingin dimasuki dan diterima. Ini kan penipuan. Karena yang dibilang domisili itu orang yang dari luar kota pindah ke Pekanbaru,’’ tambah Aidil.

Secepatnya pihaknya akan bekoordinasi dengan Dinas Pendidikan kota Pekanbaru agar ada jalan keluar dari keluhan-keluhan masyarakat terkait zonasi itu.

‘’Kita akan panggil dinas membahas hal ini. Ada juga anak yang nilai tinggi, namun tidak bisa masuk sekolah negeri, ini kan sangat kita sayangkan. Kita minta adalah kebijakan untuk hal ini,’’ tutup Aidil. =MX11

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook