Mahasiswa Minta Dewan Laporkan Hasil Kunker ke Luar Negeri

Senin, 08 Juli 2019 - 15:30 WIB   [45 Klik]

Mahasiswa Minta Dewan Laporkan Hasil Kunker ke Luar Negeri


ada foto
Mahasiswa Minta Dewan Laporkan Hasil Kunker ke Luar Negeri

Laporan: Hendra N
Pekanbaru

PENOLAKAN rencana kunjungan kerja (Kunker) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau, ke luar negeri dipertanyakan kalangan mahasiswa. Salah satunya dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau, Senin (8/7) siang.

Aksi ini dilakukan di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Massa aksi membentangkan tuntutan, sambil melakukan orasi. Salah satu isi protes mahasiswa, yakni ‘’Jangan hambur-hamburkan uang rakyat,’’ ‘’Rakyat susah DPRD jalan-jalan’’ kata mereka.

Syafrul koordinator Aksi Demo dari BEM Unri mengatakan, menurutnya rencana jalan-jalan DPRD ini hanya untuk mengisi kekosongan agenda mereka.

Menurut Syafrul, harusnya anggota dewan itu memberikan kejelasan tentang rencana jalan-jalan mereka. ‘’Salah satunya perjalanan mereka itu adalah manfaat ngak,’’ katanya.

Syafrul juga mempertanyakan rencana jalan-jalan tersebut adalah kunjungan kerja, sebab hanya sebagian dari mereka yang duduk lima tahun kedepan.

‘’Hanya sebagian dari mereka kembali jadi anggota dewan. Tapi kunjungan tetap dilaksanakan. Terus apa kepentingan anggota dewan yang tidak lagi terpilih,’’ ungkap Syafrul.

Karena itu, Syafrul menegaskan, bahwa aksi ini yang di lakukan ini. Karena ada yang tidak wajar, sebab seharusnya kunjungan ini dilakukan di awal masa jabatan agar tujuan pembelajaran ke luar negeri betul-betul tepat dilaksanakan. ‘’Makanya kita menilai tidak tepat rasanya kunjungan kerja mereka itu,’’ tegas Syafrul.

Atas aksi ini, Syafrul berharap, DPRD Riau dapat memberikan kejelasan. Begitu juga penjelasan, seperti kunjungan kerja tahun-tahun sebelumnya. ‘’Karena hasilnya juga tidak ada,’’ ujarnya.

Syafrul menyarankan, perlu mereka anggota dewan itu menjelaskan kepada masyarakat, akademisi apa hasil Kunker mereka sebelumnya itu.

Pihaknya, juga sebenarnya ingin mempertanyakan rencana plesiran ini. Sebab, semakin hari anggaran plesiran itu semakin meningkat. ‘’Ini juga yang mau kita pertanyakan,’’ katanya.

Hingga, mahasiswa selesai melakukan aksi demo. Tidak ada satupun perwakilan dari anggota dewan yang datang menemui pendemo. ‘’Kalau tetap dilaksanakan kegiatan plesiran itu, pasti akan terus kita pertanyakan,’’ tegasnya.

Ia menilai, tidak tepat rasanya anggota dewan melakukan plesiran keluar negeri. Sedangkan saat ini Provinsi Riau, banyak masyarakat miskin. ***

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook