Kapolres Kampar Tak Hadir, Sidang Praperadilan Ditunda

Selasa, 09 Juli 2019 - 15:50 WIB   [55 Klik]

Kapolres Kampar  Tak Hadir, Sidang  Praperadilan Ditunda

Sidang praperadilan ditunda karena Kapolres Kampar tak hadir.

BANGKINANG--Sidang pertama praperadilan antara aktivis melawan Kapolres Kampar di Pengadilan Negeri Bangkinang, Senin (8/7) siang kemarin terpaksa ditunda dan dilanjutkan, Kamis (11/7) akan datang.

Hal ini disebabkan karena yang hadir hanya tergugat II Kejari Kampar, mewakili Kejaksaan Agung. Sedangkan Polres Kampar mewakili Kapolri tidak hadir.

Tertundanya sidang praperadilan itu disebabkan oleh ketidakhadiran Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta ke PN Bangkinang. Kapolres kabarnya menghadiri acara di Polresta Pekanbaru.

“Tergugat 1 berhalangan hadir karena sebelumnya tergugat mengirim rilis ketidakhadirannya karena ada acara yang tidak bisa ditinggalkan,” ungkap majelis hakim Meni Warlia SH MH.

“Karena tergugat 1, pihak Kapolres Kampar tidak hadir, sidang ditunda sampai Kamis tanggal 11 Juni,” tutupnya.

Diketahui praperadilan dilakukan atas sangkaan penyidik Reskrim Polres Kampar yang  menyatakan Dabson melanggar Pasal 160 KUHP tentang penghasutan. Hal itu dikatakan kuasa hukum Dabson, Beni Zairalata SH MH dan Emil Salim SH MH.

Menurutnya, ketidakhadiran tergugat 1 itu merupakan hak tergugat. “Mau hadir atau tidak itu adalah haknya, jadi tidak ada salahnya jika sidang pembacaan permohonan klainnya itu tetap dilanjutkan. Hadir tidaknya tergugat 1 itukan tidak menghalangi proses pembacaan permohonan. Jadi kami mohon yang mulia untuk tetap melanjutkan proses sidang ini,” keberatan Emil sebelum sidang ditutup.

Menurut Emil, penundaan beracara itu terkesan dipermainkan oleh penyidik dan pengadilan agar persoalan ini tidak dilanjutkan.

Keberatan Emil tidak diindahkan hakim. Hakim pun tetap akan melakukan pemanggilan kedua kepada tergugat satu.

Sekadar diketahui, Kepolisian Resort (Polres) Kampar menyatakan bahwa penangkapan Dabson, aktifis yang kerap mendampingi warga untuk menuntut hak petani, dijerat dengan pasal berlapis.

Dabson dipersangkakan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 160 KUHP tentang penghasutan yang berdampak pada perbuatan pidana lainnya, serta pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dan melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan sesuatu dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook