Jaksa Ekspos Dugaan Penyelewengan Elpiji

Selasa, 09 Juli 2019 - 16:09 WIB   [46 Klik]

Jaksa Ekspos Dugaan Penyelewengan Elpiji


PEKANBARU—Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau akan melakukan ekspos terkait penyelidikan dugaan korupsi penyelewengan potensi ketidaksesuaian dalam prosedur regulasi elpiji 3 kilogram. Hal tersebut dilakukan, setelah jaksa penyelidik melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.

“Hari ini kita ekspos (gelar perkara),” ucap Asisten Pidsus Kejati Riau Subekhan SH MH saat dikonfirmasi Pekanbaru MX, Selasa (9/7).

Ekspos atau gelar perkara yang dimaksud yakni terkait penanganan perkara, apakah ditingkatkan ke penyidikan atau dihentikan penyelidikannya. “Nanti hasil dari ekspos itu kita sampaikan, apakah dinaikkan ke penyidikan atau tidak. Tunggu hasil ekspos dulu ya,” tuturnya.

Untuk diketahui, penyelidikan dugaan korupsi ini sempat terhenti beberapa bulan. Hal itu dikarenakan adanya pemilihan presiden (Pilpres).

Dalam penyelidikannya, jaksa penyelidik telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. Seperti dari pihak swasta, PT Valery Famili Mandiri (VFM) dan pihak PT Penindo. Kedua perusahaan tersebut diketahui merupakan pihak yang menjadi agen dalam menyalurkan gas elpiji.

Selain dua PT di atas, jaksa penyelidik juga pernah melakukan pemeriksaan terhadap Direktur PT Sinar Aditama Amrin AA Pane. Kemudian ada juga pegawai negeri sipil (PNS) yang diketahui dari Disperidang Provinsi Riau, yang telah dimintai keterangannya. Tidak sampai di situ, jaksa juga mengklarifikasi dugaan penyelewengan itu kepada dua orang pihak Pertamina.

Terciumnya dugaan penyelewengan itu berawal dari hasil sidak Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu di PT Sinar Aditama. Di mana, dalam Sidak itu, Komisi VII DPR RI menemukan adanya potensi ketidaksesuaian dalam prosedur regulasi elpiji 3 Kg di PT Sinar Aditama. Ketidaksesuaian itu terkait permainan dalam pengisian gas subsidi yang diduga dialihkan ke gas nonsubsidi.

Tidak hanya itu, dalam sidak Komisi VII itu, wakil rakyat juga menemukan adanya indikasi kesalahan dalam perizinan seluruh agen Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan agen penyalur elpiji 3 Kg. Yang mana, diduga dalam 1 perusahaan, ada yang memiliki 5 agen. =MX10



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook