Bupati Meranti Dipanggil KPK

Rabu, 10 Juli 2019 - 12:23 WIB   [35 Klik]

Bupati Meranti Dipanggil KPK


PEKANBARU—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir, Selasa (9/7). Ini terkait kasus dugan suap dan gratifikasi oleh anggota DPR RI berinisial BSP.

Dalam kasus ini kesaksian Irwan Nasir dibutuhkan oleh penyidik KPK untuk tersangka Ind. "Dipanggil sebagai saksi," ucap Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Saat ditanya lebih jauh apakah Bupati Irwan Nasir datang memenuhi panggilan penyidik KPK atau tidak, Febri belum memberikan jawaban. Namun, beredar informasi bahwa Irwan Nasir tidak datang memenuhi panggilan penyidik KPK, karena masih berada di Kepulauan Meranti.

Diketahui, suap dan gratifikasi yang diterima BSP itu salah satunya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kepulauan Meranti. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka. Diduga menerima suap sebanyak Rp1,6 miliar dari PT HTK. Terkait gratifikasinya, Rp6,5 miliar.

Selain itu, Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), AW juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Suap dan gratifikasi itu diduga untuk membantu PT HTK agar mendapatkan perjanjian penggunaan kapal-kapalnya untuk distribusi pupuk dari PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).

Bupati Tak Tahu
Ternyata Irwan Nasir tak memenuhi panggilan KPK. Orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu mengaku belum bisa memenuhinya, karena belum menerima undangan resmi dari instansi terkait.

Melalui Kepala Bidang Humas dan Protokoler Setdakab Kepulauan Meranti, Ery Saputra, Selasa (9/7) siang menyebutkan, hingga saat ini Bupati Meranti itu belum menerima surat panggilan secara resmi dari KPK. Bahkan, Ery mengaku bahwa pihaknya baru mengetahui hal itu setelah terbit di media online.

“Saya sekarang di kapal sama Pak Bupati, baru pulang dari Tanjung Samak, Pulau Rangsang. Saya sudah tanyakan, Pak Bupati mengaku belum terima surat panggilan dari KPK,” ujarnya.

Sebagai warga negara yang baik, kata Ery, Bupati Irwan mengaku tetap kooperatif jika memang ada pangilan resmi dari instansi terkait. Namun, sampai saat ini surat panggilan belum diterimanya. Bahkan, bupati pun mengaku tidak tahu apa kaitan dirinya dengan kasus tersebut.

“Saya tanya, Pak Bupati tidak tahu apa kaitan dengan kasus itu. Ia mengaku bingung dan tidak kenal sama sekali mulai dari perusahaan yang disebut hingga kepada tersangka,” ujarnya. =MX10/mx13



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook