Polisi Tahan Pekerja Objek Jaminan Fidusia

Rabu, 10 Juli 2019 - 11:10 WIB   [141 Klik]
Redaktur : Oce E Satria

Polisi Tahan Pekerja Objek Jaminan Fidusia

Pekerja objek jaminan fidusia, Feriansyah Sinulingga saat dikunjungi oleh keluarganya di Kantor Polsek Medan Sunggal, Medan, Sumatera Utara, Selasa (9/7/2019) pagi. (Foto: B. Siahaan)

KORANMX.COM, MEDAN -- Pasca diamankannya seorang pria yang disebut-sebut sebagai pelaku pencurian dan perampasan kendaraan bermotor di areal simpang selayang Medan Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (5/7/2019) Sore lalu, membuat Direktur Utama PT Olivia Jaya Nusantara, Martin Siahaan angkat bicara.

“Pria tersebut Feriansyah Sinulingga merupakan Pekerja Objek Jaminan Fidusia di PT Olivia Jaya Nusantara. Dianya menjalankan tugas sesuai tupoksinya dan bukan merupakan pelaku pencurian atau perampasan seperti yang dituduhkan oleh Polsek Sunggal karena pekerjaan mereka ada diatur di dalam Undang-Undang Fidusia No 42 Tahun 1999 Pasal 15,” jelas Martin Siahaan ST kepada wartawan, Selasa (9/7/2019) Pagi

Bahkan dirinya menjelaskan setiap pekerjaan yang dilakukan oleh pihaknya dikenakan pajak.

“Pekerjaan yang mereka lakukan bukanlah sesuatu yang ilegal, di mana setiap pekerjaan yang diselesaikan selalu dikenakan pajak 2% untuk negara ini dan kita punya bukti-bukti setoran yang sah apa itu bisa dikatakan pencuri” pungkasnya lagi.

Dirinya menganggap pihak kepolisian telah melakukan kesalahan dalam menerima laporan tersebut karna tanpa melihat bukti bukti yang sah sudah asal terima aja.

Sambil bercanda Martin Siahaan juga mengatakan, “Bisa aja besok datang pelapor melakukan laporan ke Polsek tersebut dan bilang pesawatnya hilang dan menuduhkan seseorang dan laporan tersebut asal mereka terima dan tangkap orang. Itu bisa terjadi lho,” ucapnya sambil tertawa. “Tapi mudah mudahanlah tidak seperti itu dan semoga polsek sunggal tidak mengetahui pekerjaan pelapor itu jika sebenarnya salah seorang penerima gadai” tukuknya.

Dalam hal pekerjaan mereka di lapangan dijelaskan Martin lebih rinci proses penarikan yang dilakukan oleh tim POJF dilapangan. Pada saat melakukan eksekusi, tim mencoba melakukan pendekatan persuasif kepada pengemudi mobil Nissan panca Go BK 1239 VV warna silver yang merupakan seorang pria dan memperkenalkan diri. Setelah memperkenalkan diri maka mereka menunjukkan semua surat-surat resmi yg berhubungan dengan kendaaraan tersebut yang dikuasakan oleh PT.NISSAN FINANCE. Sempat juga diajak tim Pekerja Objek Jaminan Fidusia ke kantor untuk membahas tunggakannya namun pengemudi mobil tersebut melakukan perlawanan terhadap tim dilapangan sambil teriak-teriak maling dan menabrak tim POJF dengan mobilnya sehingga memancing emosi masyarakat setempat.

Lanjutnya, dalam pelaporan kepada pihak kepolisian terkesan juga pihak kepolisian memaksakan diri untuk menerima laporan dan memproses laporan tersebut. “Anehnya laporan tersebut selalu dikawal oleh pihak kepolisian yang mengaku keluarga pelapor dari Poldasu” pungkasnya lagi

Selanjutnya kejanggalan yang ditemui adalah penerimaan laporan. “Bagaimana mungkin petugas kepolisian yang profesional dapat menerima laporan yang tidak memiliki cukup dokumen sah dan bukti kepemilikan kendaraan bermotor seperti BPKB?” katanya heran.

“Melaporkan suatu tindak pidana merupakan hak dari setiap orang, namun dalam kasus ini aneh rasanya bila dianggap sebagai tindak pidana pencurian dan perampasan, karena mobil yang diakui milik pelapor merupakan aset dari Nissan Finance yang sedang bermasalah proses kreditnya dan BPKB-nya ada di Nissan” tegas Martin.

Selanjutnya, pihaknya akan menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan atas perkara yang dialami oleh pekerja objek jaminan fidusia. Apalagi keluarga terlapor saat ini sedang memiliki anak kecil, bagaimana nasib anaknya nanti jika dia ditahan padahal dia merupakan kepala rumah tangga.

“Kami juga dari PT Olivia Jaya Nusantara yg ber-MOU dengan para Pekerja Objek Jaminan Fidusia akan melakukan upaya bantuan hukum atas perkara ini di mana Polsek Sunggal akan kita pra peradilankan dalam perkara Undang-Undang Fidusia No 42 tahun 1999 pasal 35 dan 36,” ungkapnya.

Menanggapi kasus tersebut tersebut, pengamat Hukum Herry L Tobing SH mengatakan, bahwa mereka tim POJF bekerja di bawah UU Fidusia sesuai dengan Nomor 42 tahun 1999 Pasal 15,35 dan 36.

"Saya juga akan berjuang untuk rekan-rekan dalam kasus tentang fidusia dan saya akan mencoba melakukan upaya percepatan hukum terhadapnya" pungkasnya.

Dirinya juga menghimbau, agar pihak kepolisian lebih jeli lagi menangani tentang yang namanya UU Fidusia. (B.Siahaan)



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook