Komisi IV DPRD Riau Kunjungi Hutan Tahura

Kamis, 11 Juli 2019 - 15:36 WIB   [31 Klik]
Redaktur : Kornel Panggabean

Komisi IV DPRD Riau Kunjungi Hutan Tahura

Komisi IV DPRD Riau menemukan pembuangan limbah di Tahura.

KORANMX.COM, PEKANBARU--Setelah menggelar hearing dengan PT CPI dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Komisi IV DPRD Riau langsung melakukan kunjungan ke Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH) di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.

Kunjungan itu dipimpin Asri Auzar didampingi Yurjani Moga, Masgaul Yunus, Syamsurizal, dan Manahara Manurung.

Dalam kunjungan itu, Komisi IV DPRD Riau ingin melihat secara langsung tumpahan limbah, yang diduga milik PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI).

Sekaligus melihat dampak dibalik tumpahan minyak di sekitaran aliran sungai di Tahura.

Anggota Komisi IV DPRD Riau, Asri Auzar menuturkan, pada kunjungan itu, pihaknya menemukan adanya limbah minyak di daerah Tahura tersebut.

''Kita mendapati hal itu (limbah) di lokasi, dan sudah coba ditutupi dengan terburu-buru sedalam 20 cm," ujarnya.

"Ini yang kita sesalkan, apakah respon seperti itu sesuai SOP penanganan limbah," imbuhnya.

Penemuan limbah minyak itu menuai reaksi dari Komisi IV DPRD Riau. Mereka geram adanya temuan limbah minyak.

Pasalnya, salah satu limbah minyak yang ditemukan merupakan limbah b3 atau zat membahayakan kesehatan atau kelangsungan hidup manusia, makhluk lain dan lingkungan hidup.

"Sudah kita minta DLHK untuk melakukan uji laboratorium terhadap komponen limbah yang didapati. Karena beberapa diantaranya ada limbah B3," cetusnya.

Kunjungan Komisi IV DPRD Riau mendapat sambutan dari pihak PT CPI. Rombongan Komisi IV disambut manegement PT CPI.

Manager Corporate Communications PT Chevron, Sonita Poernomo menyatakan, bahwa pihaknya akan mensterilkan limbah minyak.

Sebab, perlindungan terhadap lingkungan salah satu program prioritas PT CPI.  “Intinya keselamatan dan perlindungan terhadap manusia dan lingkungan di Provinsi Riau merupakan prioritas utama kami," tututnya.

Diungkapkannya, sepanjang limbah minyak masih mengotori alam kawasan Tahura, pihaknya kooperatif melakukan pembersihan.

"Sebagai kontraktor dari Pemerintah Indonesia, kami melaksanakan program pemulihan tanah terpapar dari operasi di masa lampau di Blok Rokan,” tukasnya. (*)



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook