Tolak Perpanjangan Izin PT Hutahaean

Jumat, 19 Juli 2019 - 16:13 WIB   [86 Klik]

Tolak Perpanjangan Izin PT Hutahaean

Seorang pendemo dengan berlumuran darah menuntut Pemkab Rohul menyelesaikan masalah antara masyarakat dengan PT Hutahean.

ROHUL--Ratusan massa mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Tingkok, Tambusai Timur dan Lubuk Soting, Kecamatan Tambusai menggelar aksi demo di pintu gerbang Kantor Bupati Rokan Hulu (Rohul), Kamis (18/8).

Dalam aksinya, masyarakat mendesak Pemkab Rohul, dalam hal ini bupati segera menuntaskan permasalahan lahan pola KKPA di PT Hutahaean berlokasi di Kecamatan Tambusai itu.

Desakan ini seperti disampaikan Roganda Hasibuan ST selaku Koordinator Umum Aksi saat menyampaikan orasi mengenai lima penyataan sikap, merupakan aspirasi masyarakat dari tiga desa tersebut.

Roganda mengungkapkan sesuai nota kesepahaman awal, lahan pola KKPA milik masyarakat tiga desa yang diduga telah dikuasai PT Hutahaean sekitar 2.380 hektare sejak 20 tahun terakhir. Saat itu, tiga desa masih tergabung di Desa Tambusai Timur.

Sedikitnya lima poin pernyataan sikap yang disampaikan massa di aksi damainya, yakni pertama masyarakat meminta PT Hutahaean membayarkan hasil KKPA kepada masyarakat yang tidak dibayarkan sekira 15 tahun.

Kedua, masyarakat minta Pemkab Rokan Hulu membekukan izin Hak Guna Usaha (HGU) dan meminta Dinas Lingkungan Hidup Rokan Hulu menolak perpanjangan izin PT Hutahaean.

Ketiga, usir dan tolak keberadaan PT Hutahaean di tiga desa, yakni Desa Tingkok, Desa Tambusai Timur, dan Desa Lubuk Soting.

Keempat, masyarakat meminta Bupati Rohul H Sukiman untuk menyelesaikan permasalahan PT Hutahaean dengan masyarakat tiga desa selama 100 hari.

“Dan jika permasalahan tidak diselesaikan, kami minta Bupati Rohul H Sukiman segera mundur dari jabatannya,” sampai Roganda di orasinya.

Kelima, masyarakat meminta Kapolres Rohul untuk menyelesaikan permasalahan PT Hutahaean dengan masyarakat tiga desa yang sudah dilaporkan organisasi Gempar selama 100 hari.

“Dan jika permasalahan ini tidak diselesaikan, kami minta Kapolres Rohul segera angkat kaki,” tambah Roganda.

Dalam aksi dikawal ratusan personel dari Polres Rohul dan Satpol PP Rohul itu, Bupati Rohul tidak terlihat menghampiri massa aksi. Meskipun massa aksi meminta agar Bupati Sukiman mendengarkan langsung apa yang menjadi aspirasi masyarakat tiga desa itu.

Karena Bupati Sukiman tak kunjung menghampiri massa aksi, akhirnya Kepala Kesbangpol Rohul Musri, mewakili Bupati menemui massa. Namun ditolak, massa tetap ngotot ingin bertemu langsung dengan Bupati Rokan Hulu yang saat itu tengah menghadiri salah satu acara.

Bahkan, saking kesalnya karena tak kunjung ditemui Bupati Sukiman, salah seorang pendemo bernama Faisal sempat melakukan aksi pecah gelas di kepala hingga berdarah dan dilarikan oleh polisi ke salah satu Puskesmas.

Masih dalam aksinya, Roganda menduga permasalahan lahan KKPA di PT Hutahaean tidak selesai sampai saat ini karena ikut campur pemerintah setempat, pihak penegak hukum, dan lainnya.

Dalam tuntutannya, Roganda mengaku pihaknya sudah mengusulkan untuk menghapuskan anggota DPRD Rokan Hulu di daerah pemilihan II (dua).

“Karena sudah tidak berguna. Anggota dewan dis ana (Dapil dua) sudah dari 2004 kurang lebih 15 sampai 20 orang tidak ada penyelesaian juga. Tidak ada manfaatnya sama kami anggota dewan di sana,” tegas Roganda. ***



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook