Abaikan Siswa Berprestasi

FSGI Prihatin SMAN 21 Medan

Minggu, 21 Juli 2019 - 16:31 WIB   [97 Klik]

FSGI Prihatin SMAN 21 Medan


MEDAN-Federasi Serikat Guru Indonesi (FSGI) mengaku prihatin atas pengabaian prestasi siswa di SMA 21 Medan. Masak seorang guru mengaku tidak tahu siswanya berprestasi.

Padahal, prestasi olahraga karate yang diukir Hendi Saputra Butarbutar sudah sampai di tingkat nasional maupun internasional. Aneh kan, pihak guru tak tahu siswanya berprestasi.
      
Hal itu disampaikan Wasekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim, Jumat (19/7) di Medan. Menurut Satriwan Salim, sangat menyayangkan atas sikap dan perilaku pihak SMAN 21 Medan yang sama sekali tidak peduli dengan siswanya. '"Ada apa sebenarnya,'' katanya.

Padahal Hendi Saputra Butarbutar yang merupakan atlet karate berprestasi yang telah mengukir sederet prestasi olahraga karate di tingkat nasional maupun internasional.

Satriwan menyarankan agar orangtuanya untuk melaporkan masalah ini kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sumatera Utara.

"Aneh saja ada kepala sekolah dan guru yang tidak tahu prestasi siswanya. Mestinya Dinas Pendidikan mengusut lebih lanjut apakah ada indikasi kesalahan atau kesengajaan, secara moral maupun administratif dari pihak sekolah,'' katanya.
   
''Memang dalam kurikulum 2013 jika ada peserta didik yang mendapatkan nilai sikap C untuk beberapa mata pelajaran, dia bisa tidak naik kelas. Tapi harus ada proses treatment yang dilakukan kepada siswa (plus orangtua) oleh sekolah, guru, wali kelas, guru BK, sampai kepada kepala sekolah. Tidak asal saja, membuat siswa tak naik kelas," tegasnya .

Lebih lanjut, ia mengusulkan agar orangtua anak tersebut bisa melaporkan peristiwa ini kepada KPAI atau KPAI Daerah Sumut untuk bisa diselidiki apa sesungguhnya yang terjadi. "Agar bisa ditelusuri dan hak-hak anak tak terabaikan," katanya. =net

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook