Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Bukti

Jumat, 02 Agustus 2019 - 16:29 WIB   [33 Klik]

Bea Cukai Tembilahan  Musnahkan Barang Bukti


TEMBILAHAN—Sebanyak 11 juta batang rokok ilegal dan 3.778 botol minuman keras impor senilai Rp10,9 miliar dimusnahkan Bea dan Cukai Tembilahan,  Jumat (2/8) siang. Dari penindakan yang dilakukan ini, berhasil diselamatkan kerugian negara sekitar Rp7,1 miliar.

Pemusnahan ini merupakan hasil 28 kali penindakan tahun 2019 yang telah disahkan statusnya menjadi barang milik negara dan disetujui pemusnahannya.

Sebelumnya, Bea Cukai Tembilahan juga melakukan kegiatan pemusnahan pada bulan Juli lalu terhadap terhadap barang-barang hasil penindakan periode 2018-2019 dengan total nilai barang mencapai Rp13,3 miliar, diantaranya terhadap 11,9 juta batang rokok.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bukti keseriusan Kantor Wilayah DJBC Riau dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tembilahan untuk menurunkan angka peredaran barang kena cukai ilegal,” kata Kepala Bea dan Cukai Tembilahan, Anton Martin dalam sambutannya.

Hal ini jelasnya, guna melindungi kepentingan nasional khususnya pengusaha barang kena cukai legal sebagai bagian dari upaya menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.

Hal ini berdampak pada optimalisasi penerimaan negara di bidang cukai guna membentuk postur APBN yang kredibel untuk membiayai pembangunan nasional.

Selain dari pungutan cukai juga menghasilkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau yang dialokasikan kepada daerah untuk mendukung program jaminan kesehatan nasional guna peningkatan kuantitas dan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.

Ditambahkan Anton Martin, Bea Cukai Tembilahan berhasil meraih prestasi melakukan penindakan terbesar (peringkat 1) dalam periode operasi Gempur Rokok llegal tahun 2019 yang dilakukan serentak secara nasional.

“Kita mendapatkan peringkat 1 dalam periode operasi Gempur Rokok llegal tahun 2019 yang dilakukan serentak secara nasional,  itu juga hasil dari koordinasi kita bersama dengan aparat penagak hukum lainnya,” tutup Anton Martin. =MX22



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook