Menangis Takut Foto Tersebar

ASN dan Rekannya Ditangkap Kasus Narkoba

Minggu, 04 Agustus 2019 - 17:25 WIB   [93 Klik]

ROHIL—Dua orang diduga sebagai bandar narkoba jenis sabu-sabu ditangkap Polsek Bangko, Sabtu (3/8) sekitar pukul 22.30 WIB.

Satu di antaranya diketahui sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil).

Kapolsek Bangko Kompol Sasli Rais SH didampingi Kanit Reskrim Iptu Raja D Napitupulu SIK MH malam itu juga, pukul 23.45 WIB langsung melakukan ekspos.

Tersangka diduga bandar sabu-sabu itu ialah Syafrizal alias Ebol (46) yang merupakan PNS di lingkungan Pemkab Rohil, warga Jalan Durian RT 10 RW 03 Kepenghuluan, Bagan Jawa

Pesisir dan rekannya Lukman (23) warga Jalan Perniagaan, Kelurahan Bagan Barat.

Saat ekspos dimulai, tersangka Lukman (23) menangis tersedu-sedu. Ketika ditanya, ternyata L bukan menyesali atas perbuatannya itu, melainkan takut foto-fotonya tersebar ke publik.

Kapolsek menerangkan, keduanya diciduk dalam rumah tersangka Syafrizal yang terletak di Jalan Durian.

Hasil penggeledahan, ditemukan sejumlah barang bukti berupa plastik bening berisikan sabu-sabu senilai Rp4,7 juta dan uang tunai hasil penjualan Rp600 ribu.

Penangkapan dilakukan, kata Sasli, berkat kecurigaan petugas terhadap gerak-gerik kedua tersangka ketika melihat mobil patroli lewat. ''Kita curiga melihat mereka saat lewat, maka petugas langsung melakukan penggeledahan dan ditemukanlah barang haram itu dan BB lainnya,'' kata Sasli.

Sabu-sabu itu, terang Kapolsek, sempat disimpan tersangka Lukman di bawah tikar. Namun petugas melihat dan langsung membongkarnya.

''BB dari S setengah, dari L setengah. BB dari S kita temukan dalam tiang tempat tidur yang terbuat dari besi kosong yang di dalamnya tempat menyimpan sabu. Jadi penggeledahan ini dua kali, pertama L dan kedua S pemilik rumah," terangnya.

Sebelum ke Bagan Jawa Pesisir, tambah Sasli, pihaknya melakukan patroli ke Kelurahan Bagan Punak. Namun tidak ditemukan tindakan kejahatan. Karena di sana cukup luas peredaran narkoba, maka menjadi atensi pihaknya untuk terus dilakukan patroli.

''Penangkapan kemarin dan patroli malam ini menjawab keresahan masyarakat. Kemarin harapan masyarakat sangat besar bagaimana narkoba di Bagan Punak (Jalan pusara) bisa diberantas sampai keakar-akarnya,'' ujar Sasli.

''Kita nyatakan perang, mari kita bekerjasama memberantasnya jangan sampai narkoba subur di sini. Mohon dukungan semua pihak, sehingga narkoba bisa diberantas. Karena ini bukannya hanya tugas kepoliskan saja, tapi tugas bersama,'' imbuhnya.   =mx/pr



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook