Kasi Intel Sebut Mahasiswa Salah Alamat

Demo Tuntut Gesa Kasus Korupsi di DPRD Inhu

Senin, 05 Agustus 2019 - 15:50 WIB   [52 Klik]

Demo Tuntut Gesa Kasus Korupsi  di DPRD Inhu


INHU—Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PM (Persatuan Mahasiswa) Indragiri Hulu-Pekanbaru menggelar demo di Kantor Kejaksaaan Negeri Inhu.

Mereka menuntut Kejari Inhu menggesa temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Provinsi Riau, terhadap dugaan korupsi serta kasus SPPD fiktif di lingkungan DPRD Kabupaten Indragiri Hulu (lnhu).

“Karena lamanya proses pemeriksaan sehingga ditakutkan hilangnya barang bukti,” ujar llham Permana selaku juru bicara PM.

Dia mengungkapkan, hal ini tidak bisa didiamkan begitu saja karena  dapat menjadi cerminan buruk bagi penegakan hukum. “Komitmen untuk memberantas habis masalah korupsi seakan-akan mustahil dilakukan apabila kasus ini tidak terselesaikan,” ujarnya lagi.

Korupsi berjamaah ini sudah pernah dilakukan sebelumnya pada periode 2009-2014, di mana saat itu menyeret sejumlah nama dewan aktif di DPRD Inhu.

“Jangan sampai hal ini terulang kembali. Seharusnya ini dapat dijadikan pengalaman terhadap semua anggota dewan dan bukan dijadikan ajang reuni korupsi berjamaah,” tegasnya.

Kasi Intel Kejari Inhu Bambang Dwi Saputra SH MH saat ditemui Pekanbaru MX di ruang kerjanya mengatakan bahwa demo mahasiswa ini salah alamat. Karena kasus SPPD fiktif ditangani oleh Polres Inhu, bukan kejaksaaan.

“Kami menghargai kedatangan para mahasiswa. Namun untuk diketahui bersama, penanganan dugaan kasus SPPD fiktif yang disebut-sebut mahasiswa itu sedang ditangani Polres. Kejari Inhu hanya menangani kelebihan bayar sebesar Rp1,3 miliar dan saat ini masih penyelidikan,” ungkap Bambang. =mx21



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook