Kredit Lunas, BPKB Ditahan

MayBank Dituding Persulit Bayar Pajak Mobil

Senin, 05 Agustus 2019 - 16:31 WIB   [47 Klik]

PEKANBARU--Hendri Lamhot Panjaitan warga Jalan Pendidikan, Bukit Timah, Dumai. Pria Tapanuli ini mengaku membeli mobil Honda Brio tahun 2015, secara kredit melalui MayBank Finance, di Jalan Arifin Achmad Pekanbaru tahun 2015 silam.

Mobil itu, dibeli untuk dipergunakan orangtuanya, atas nama Redi Boru Samosir mendiang ibunya semasa hidup. Dua bulan menjelang waktu masa angsuran lunas, ibunya meninggal dunia. Sehingga mobil Honda Brio merah nganggur, tak ada yang menggunakan.

Hendri pun mengambil alih pemakaian, kemudian mengurus pengambilan BPKB Honda Brio yang dulunya digunakan mendiang Redi Boru Samosir.

Pelunasan atas seluruh angsuran  dilakukan Hendri pada tanggal 14 Agustus 2017 lalu dan telah melakukan pelunasan atas seluruh kewajibannya pada tanggal 25 Oktober 2017.

Tapi setelah melengkapi semua administrasi, Hendri tidak juga diberikan surat BPKB Honda Brio merah itu oleh pihak MayBank. Situasi ini dialami Hendri hampir tiga tahun.

Di tingkat manajemen PT MayBank Indonesia Finance di Jalan Mangga Dua Raya, Jakarta mengeluarkan surat penetapan bahwa pembiayaan mobil Honda Brio itu adalah Hendri Lamhot Panjaitan.

‘’Suratnya dikeluarkan 11 Januari 2019 lalu, oleh PT MayBank Indonesia Finance,’’ kata Hendri kepada Pekanbaru MX.

Permasalahan ini juga menyebabkan Hendri tidak dapat mengurus pajak Honda Brio merah BM 1192 RP miliknya. Pernah dicoba, ia diminta memberikan bukti BPKB asli.

‘’Saya tidak paham dengan sikap MayBank, seluruh administrasi telah selesai. Ngambil BPKB kok susah,’’ kata Hendri.

Mengenai dugaan pihak MayBank, Honda Brio merah BM 1192 RP bagian dari warisan orangtuanya kepada anak-anaknya adalah salah.

‘’Saya yang lunasi kredit nya. Mobil itu saya beli untuk kendaraan kedua orangtua saya semasa hidup. Nah mereka orangtua saya sudah meninggal, ya wajar, mobil Brio ini saya ambil,’’ kata Hendri.

Terpisah, Sugianto Pimpinan MayBank, yang berkantor di Jalan Arifin Achmad Pekanbaru mengatakan, permasalahan ini sudah ditangani oleh OJK.

Dalam permasalahan ini, lanjut Sugianto, pihaknya hanya mengetahui mobil Honda Brio itu adalah harta orangtuanya. Apalagi, Hendri Lamhot Panjaitan tidak bisa meminta tanda tangan kakak beradiknya, untuk mengambil mobil tersebut.

Pembelian mobil itu juga melalui kredit dan menggunakan nama orangtuanya, sehingga nama tertera dalam BPKB adalah nama orangtuanya.

‘’Kalau dia mau ambil mobil, tinggal minta tanda tangan empat kakak beradik, sebagai kuasa untuk ambil BPKB itu. Kalau tanda tangan ada, selesai urusan,’’ singkat Sugianto. ***

 



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook