Pekanbaru Siaga Darurat Bencana Asap

Senin, 05 Agustus 2019 - 16:34 WIB   [45 Klik]

Pekanbaru Siaga Darurat Bencana Asap


PEKANBARU—Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, menetapkan status siaga darurat bencana asap. Penetapan itu, mengingat kualitas udara di Pekanbaru semakin buruk. Asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa daerah di Provinsi Riau.

Status siaga darurat bencana asap ini ditetapkan setelah digelar rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru M Noer dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru, Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, BMKG dan sejumlah kepala OPD dinas terkait, di kantor Dinas Pemadam Kebakaran Pekanbaru, Senin (5/8).

M Noer menyebutkan asap yang timbul merupakan produk asap yang dikirim oleh kabupaten tetangga, mengingat banyak kebakaran hutan dan lahan di daerah pinggiran.

‘’Pekanbaru ini kalau dilihat wilayah nya seperti kuali, lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain, jadi asap itu terkumpul disini akibat hembusan angin, sekeliling kita wilayahnya lebih tinggi maka asap itu terkurung disini,’’ terangnya.

Lebih lanjut dikatakan M Noer bahwa diprediksi hingga bulan Oktober 2019 mendatang, situasi cuaca masih panas, karena minimnya curah hujan, maka akan besar kemungkinan terjadi nya kebakaran hutan dan lahan.

Untuk saat ini kualitas udara berada pada nilai 90 yang tertera pada laporan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), dan masih dalam kategori sedang, namun akan berdampak jangka panjang pada tubuh, jika dikonsumsi berkepanjangan.

Untuk itu masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan, dan menggunakan masker saat berada di luar rumah.

‘’Kita himbau kepada masyarakat, mengingat kualitas udara saat ini ditetapkan sebagai siaga bencana asap, supaya mengurangi aktivitas di luar rumah. Pakai masker saat di luar rumah, jangan membakar sampah, dan untuk anak-anak jangan dibiarkan keluar rumah,’’ ujar M Noer.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) BPBD Kota Pekanbaru Burhan Gurning menyebutkan untuk Kota Pekanbaru yang jadi rawan titik hotspot berada di wilayah pinggiran. Sebab di daerah pinggiran terdapat banyak lahan kosong, yang sengaja dibakar untuk membersihkan lahan mereka.

‘’Pekanbaru sendiri yang rawan terdapat hotspot berada di daerah pinggiran kota, karena disana banyak lahan kosong yang sengaja dibakar, seperti yang terjadi di daerah Payung Sekaki, dekat terminal BRPS,’’ terangnya.

Gurning juga tidak menampik bahwa pihaknya masih mengalami keterbatasan terhadap personil dari BPBD sendiri, sebab saat ini hanya ada 30 personil yang dapat dikerahkan.

Ia juga melakukan koordinasi dengan Dinas Pendam Kebakaran (Damkar) kota Pekanbaru, untuk penambahan personil dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Dalam satu bulan ini, dikatakan Gurning sudah terjadi sebanyak 10 lahan kosong yang terbakar, dan lahan itu sengaja dibakar.

‘’Dengan ditetapkannya Pekanbaru berstatus siaga darurat bencana asap, agar dapat menggerakkan massa lebih besar untuk mengatasi bencana asap yang ada di Pekanbaru,’’ sebut Gurning. =MX23



Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook